Di dalam Matius 6, Yesus berbicara mengenai disiplin keagamaan yang sering disalahgunakan, yaitu memberi, berdoa, dan berpuasa. Para pemimpin agama saat itu tampak mempraktikkan hal-hal baik dengan motivasi yang salah. Pasalnya, memberi, berdoa, dan berpuasa dilakukan sebagai bentuk penyembahan diri sendiri. Alih-alih untuk menghormati Allah dan mencari perkenanan-Nya, mereka melakukan tindakan-tindakan itu agar dilihat dan dipuji manusia. Maka setelah mengajar tentang doa yang benar, Yesus berfokus pada hal puasa.
Pada waktu itu, orang Farisi biasa puasa pada hari Senin dan Kamis. Mereka mengklaim alasannya karena Musa naik dan turun Gunung (tempat ia menerima hukum), di hari-hari tersebut. Namun pada hari itu pula merupakan hari dimana orang-orang dari desa akan memadati kota-kota untuk berjual beli. Maka di waktu itulah para pemimpin agama memiliki audiensi paling banyak. Yesus menyebut mereka orang munafik, sebab puasa mereka hanyalah ajang pertunjukan untuk menerima pujian. Alkitab versi The Message menterjemahkannya bahwa hal itu mungkin akan mengubah Anda menjadi selebriti kecil. Demikianlah puasa yang sia-sia karena itulah pahala yang sudah kita dapatkan. Karena itu, apabila kita berpuasa, senantiasalah fokus kepada Tuhan, Ia-lah tujuan puasa kita. Usahakan kerahasiaan, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa (ayat 18). Bukan berarti memberi tahu orang lain itu buruk, tapi kita sadar bahwa hati kita terlalu rentan dengan kesombongan rohani dan kita cenderung menyukai pujian. Antisipasi hati kita. Jadikan ini sebagai prinsip umum (bukan dalam konteks puasa bersama). Kemudian bersikaplah normal, sebagaimana mengoles minyak ke kepala dan membasuh muka adalah tindakan perawatan diri yang normal pada zaman itu (ayat 17). Tidak perlu menunjukkan gerak gerik yang tidak biasa sehingga semua orang tahu Anda sedang berpuasa. Waktu puasa adalah waktu terbaik untuk makan makanan rohani melalui doa dan firman Tuhan. Seseorang dapat berdoa tanpa berpuasa, tapi tidak bisa berpuasa tanpa berdoa. Karena itu, saat Anda berpuasa, milikilah waktu lebih untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan, dengan demikianlah puasa kita mendatangkan manfaat rohani. [LS]