Dari angka 1-10, kira-kira seberapa berharganya nilai nyawa Anda? Di dalam bacaan Alkitab hari ini, kita membaca perkataan Paulus yang mengejutkan. Ia mengatakan, "Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpunâ€Â¦" Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, meskipun mata jasmani kita memandang nyawa sebagai sesuatu yang sangat berharga, tetapi mata iman kita memandangnya sebagai sesuatu yang tidak perlu dihiraukan. Kita memahami kebenaran ini, karena kita pun melihat Paulus menjalani kehidupannya sebagai tawanan Roh, yang dengan kata lain ia memilih untuk mengikat dirinya pada apa dan kemana Roh akan membawanya. Kata-kata Paulus yang sangat radikal di ayat 22-25 menunjukkan pada kita bahwa ia sudah sampai di titik menanggalkan segalanya –termasuk nyawanya, dalam mengikut Yesus.
Dari Paulus, kita belajar untuk menjalani setiap detil kehidupan dengan selalu melihat pada tujuan akhir. Apa artinya hidup kita ini jika kita tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan kepada kita oleh Kristus. Apa artinya hidup kita sekarang ini jika kita justru membahayakan kehidupan kekal kita (Matius 16:26). Hidup ini terlalu singkat dan bisa berakhir kapan saja tanpa permisi atau persetujuan kita. Jadi, hiduplah dengan selalu melihat pada tujuan akhir kita, yaitu Sorga. Saat kita menjalani setiap detail hidup kita dengan selalu melihat pada tujuan akhir, kita akan menyerahkan hidup kita untuk dipimpin oleh Roh (ayat 22), kita bisa berjalan melampaui rasa takut kita akan penderitaan, kesulitan, bahkan kematian (ayat 23), kita tidak akan menyia-nyiakan waktu kita untuk hal-hal yang tidak berorientasi kekekalan (ayat 24).[LS]