DEPRESSION TRIGGER WARNING

Rabu,16 Oktober 2024

BACAAN ALKITAB HARI INI

1 Raja-raja 19:1-8

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

1 Raja-raja 19:7

RENUNGAN INSPIRASI

Banyak orang berjuang melawan depresi (perasaan merosot seperti muram, sedih, tertekan, dan putus asa) dalam hidupnya. Pengkhotbah Charles Spurgeon yang begitu luar biasa dipakai Tuhan, akan mengambil cuti dua hingga tiga bulan untuk pergi ke sebuah resor terpencil di Prancis saat ia mengalami tekanan. Ia juga mengalami hari di mana ia tak mau meninggalkan kamarnya. Begitu pun dengan Pengkhotbah Martyn Lloyd-Jones yang menganggap ini sebagai masalah yang umum, dan sebagai seorang dokter medis, Jones menilai depresi dapat dikelola.

Belajar dari perjuangan Elia menghadapi depresi, serta bagaimana Tuhan menanggapinya, kita mendapatkan prinsip penting untuk mengelola perasaan tidak menyenangkan ini. Pertama, kita harus mengantisipasi keadaan yang paling sering memicu depresi. Dalam kisah Elia, masa-masa sedih muncul setelah masa-masa kemenangan. Ia baru saja meraih kemenangan besar melawan nabi-nabi palsu, Israel bertobat dari dosa mereka, dan Tuhan memakai Elia untuk menghentikan kekeringan. Namun setelah masa-masa yang berbahagia seperti ini, perasaan kita cenderung merosot. Saat adrenalin kita terpacu untuk mencapai tujuan yang besar, kemudian bahagia setelah mencapainya, biasanya kita akan merasa lelah secara emosional dan fisik. Terkadang kelelahan emosional dan fisik inilah yang dapat berlangsung lama. Selain masa-masa setelah kemenangan, hal lain yang memicu depresi adalah kekecewaan. Ahab mendengarkan Elia, Israel bertobat, keadaan juga menjadi lebih baik setelah kekeringan dan kelaparan. Namun setelah Ahab kembali dan menyampaikan kabar kepada Izebel, Elia malah terancam dibunuh. Tak diragukan ini memicu depresi. Siapa pun dari kita yang baru saja mengharapkan musim yang baik, namun kenyataannya malah jauh dari bayangan, maka depresi bukanlah hal yang mengejutkan. Kita harus sadar akan kecenderungan ini saat kita mengalami kekecewaan, sehingga kita dapat menjaga hati kita dan mengantisipasi risiko lain yang berbahaya. Yang terakhir, Elia bukan hanya berjerih lelah menghadapi nabi Baal dan berdoa memohon hujan, tapi ia juga melarikan diri sejauh 160 kilometer lebih dari Yizreel ke Bersyeba (ayat 3), dan masih berjalan seharian masuk ke padang gurun. Jika kita terus menerus menaruh diri kita dalam tekanan, tanpa beristirahat, kita akan depresi. Tepat seperti kata malaikat Tuhan, "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." Jika kita tidak beristirahat, bahkan apa yang menjadi tanggung jawab kita akan terasa seperti beban yang terus menekan kita. Dengan memahami hal-hal yang dapat memicu depresi, semoga kita menjadi orang yang lebih bijak untuk mengantisipasi dan mengelolanya. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Apa yang sering kali memicu Anda depresi?
2. Bagaimana Anda akan mengantisipasi hal-hal yang membuat Anda depresi?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, aku sadar ada banyak hal yang dapat memicu depresi dalam diriku. Kadang aku tidak mawas diri, dan membiarkan diriku tenggelam begitu saja dalam depresi. Aku mau menguasai diriku dan menjadi tenang, agar aku dapat mengantisipasi hal-hal buruk. Dalam nama Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Menyadari pemicu depresi, mengelola, dan segera mengantisipasinya.

HIKMAT HARI INI

Siapa pun bisa mengalami depresi, namun hanya beberapa saja yang dapat mengelolanya.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com