Seorang pemuda datang kepada teman-temannya dengan kesal karena ada orang-orang yang melakukan hal jahat kepadanya. Pemuda itu menjadi tambah kesal karena di tengah-tengah kemarahannya, seorang teman mengingatkan firman: "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" (Mat 5:44). Dalam hatinya, ia mempertanyakan keadilan Allah. Untuk apa ia mengasihi, bahkan berdoa bagi orang yang jahat kepadanya.
Pemuda ini mengingatkan kita pada seorang nabi Israel yaitu Yunus yang juga pernah merasa kesal kepada Tuhan. Sebab pada masa kerajaan Asyur mulai gencar melakukan ekspansi dengan menaklukkan bangsa-bangsa termasuk penyerangan terhadap Israel, ia malah beroleh perintah dari Tuhan untuk pergi ke Niniwe (ibu kota kerajaan Asyur), memberitakan berita penghukuman. Yunus marah kepada Tuhan, karena di matanya Allah seolah tidak adil. Baginya, Tuhan seharusnya menghukum orang-orang Niniwe. Tetapi Allah malah berbelas kasih kepada mereka sebab akhirnya mereka semua percaya kepada Allah, mereka percaya akan keberadaan dan kuasa Allah Israel sehingga mereka bertobat, mulai dari raja hingga ternak, mereka semua berkabung dengan berpuasa setelah mendengar berita penghakiman dari Yunus (Yun. 3). Yunus menginginkan penghukuman orang-orang Niniwe saat itu, namun sebaliknya, Allah meresponi kepercayaan dan pertobatan orang-orang Niniwe sehingga Ia mengampuni mereka dan menghendaki keselamatan mereka (Yun 4:10-11). Kita pun sering seperti Yunus, kita secara natural akan marah kepada orang yang jahat dan berharap Allah segera menghukum mereka. Tetapi Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk tetap mengasihi musuh kita, bahkan berdoa bagi mereka, sebab Yesus, Anak Allah, mengerti isi hati Allah Bapa yaitu pertobatan orang berdosa agar mereka selamat. Kita pun seharusnya demikian, kita harus percaya bahwa Allah sanggup mempertobatkan orang-orang berdosa sama seperti kita yang karena anugerah-Nya beroleh kesalamatan dari pengorbanan Yesus Kristus. Kita harus meyakini bahwa Allah adalah Hakim Agung yang adil dan pasti menghukum dosa, namun Ia menunjukan keadilan-Nya dengan kasih dan pengorbanan, agar setiap orang berdosa yang percaya dan bertobat beroleh kesalamatan untuk hidup kekal di dalam Kerajaan Sorga. [AP]