Rutinitas harian kita yang sibuk dapat mengaburkan pandangan kita mengenai kehidupan yang begitu rapuh dan singkat. Padahal berita-berita yang tidak stabil hanya sejauh genggaman telepon di tangan kita. Tiba-tiba dokter menghubungi Anda, memberi tahu hasil pemeriksaan medis Anda menunjukkan penyakit kronis. Tiba-tiba Anda dapat kabar bahwa teman masa kecil Anda telah meninggal. Tiba-tiba Anda diberi tahu telah terjadi pengangkatan orang-orang kudusnya Tuhan. Kadang kita perlu terlebih dahulu dikejutkan oleh realita, baru kita sadar akan rapuh dan singkatnya hidup ini, dan kita mulai berdoa seperti Musa, "Ajari kami menghitung hari-hari kami dan menyadari betapa sedikitnya hari-hari itu! Tolonglah kami untuk menjalani hidup sebagaimana patutnya!" (Mazmur 90:12 FAYH). Apa yang Musa doakan menunjukkan bahwa kebanyakan orang hidup dengan sedikit kesadaran bahwa segala sesuatu sudah mendekati kesudahannya, dan hari demi hari harus dihitung dengan bijak. Jadi, kita harus menjalani kehidupan ini sambil belajar menghitung betapa singkat waktu kita di dunia, sekaligus betapa pasti dan semakin dekatnya kita dengan kematian serta kekekalan.
Karena itu, di sisa waktu yang ada, Petrus memberi tahu komitmen yang harus diambil oleh orang-orang percaya yang hidup di masa-masa sekarang ini. Ada tiga hal yang Petrus tekankan yaitu memuliakan Allah melalui doa, kasih, dan pelayanan. Sebab di ujung ayat 11, kita menemukan prinsip yang paling utama yaitu, "â€Â¦ supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus." Maka kita harus berdoa memuliakan Tuhan karena kita mengakui kelemahan dan ketergantungan kita kepada-Nya. Menyadari singkatnya hidup ini, doa yang sungguh-sungguh akan memantapkan hati kita hari demi hari untuk bertemu Tuhan. Kemudian kasih kepada sesama, yang akan menjadi tanda kepada dunia bahwa kita adalah pengikut Kristus. Menyadari singkatnya hidup ini, kasih akan menutupi banyak sekali dosa. Jadi, mulai lepaskan pengampunan, tolong orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita dengan senang hati. Ketiga ialah pelayanan yang dilakukan berdasarkan kemampuan dan kekuatan yang dianugerahkan Allah dan hanya untuk kemuliaan nama-Nya saja. Marilah kita di hari-hari terakhir ini, mengejar apa yang menjadi kehendak Allah atas hidup kita, melalui kehidupan doa, tindakan kasih, dan pelayanan. [LS]