Apa hal yang paling membahagiakan bagi Anda? Seseorang mungkin sangat bahagia saat mereka menerima promosi jabatan, saat mereka membeli rumah baru, saat anak-anak mereka berhasil, atau saat impian mereka –apa pun itu, terwujud. Semua ini baik adanya, mengingat perjuangan yang dibutuhkan untuk meraih pencapaian tersebut.
Sukacita yang meluap juga pernah dialami tujuh puluh murid yang ditunjuk dan diutus oleh Yesus untuk melakukan pekerjaan-Nya. Yesus kemudian memberikan beberapa pedoman khusus untuk pelayanan mereka (Luk. 10:4-12). Singkatnya, mereka akhirnya kembali kepada Yesus dengan sukacita. Satu hal yang menjadi alasan kegembiraan mereka adalah mengenai keberhasilan mereka dalam menaklukkan setan-setan demi nama Yesus. Namun demikian pesan Yesus adalah: "janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga." Saat Yesus berkata "terdaftar di sorga", hal ini mengingatkan kita pada sebuah buku yang disebut Kitab Kehidupan, yaitu kitab berisi daftar nama orang yang telah menerima Kristus sebagai Juruselamat dan diberi kehidupan kekal di Sorga (Wahyu 13:8; 21:27). Hal ini begitu penting Yesus sampaikan, karena Allah kita "penyimpan arsip yang teliti", Ia mengenali kepunyaan-Nya, dan Ia telah mencatat nama anak-anak-Nya dalam Kitab Kehidupan. Di sini Yesus memperingatkan agar kita bersukacita terutama karena apa yang telah dilakukan Allah bagi kita, daripada karena apa yang telah diri kita lakukan. Sukacita kita yang terutama adalah menjadi orang-orang pilihan Allah untuk menerima hidup kekal dan menjadi anak-Nya melalui iman kepada Yesus. Maka inilah saatnya untuk memperbaiki fokus kegembiraan kita. Kita harus selalu mengingat bahwa apa yang Tuhan lakukan bagi kita, selalu jauh lebih besar dari apa yang dapat kita lakukan untuk-Nya. Jangan pernah besar kepala dengan pencapaian apa pun. Satu praktik yang dapat kita lakukan adalah dengan selalu bersikap moderat (biasa-biasa saja/jangan lebay) di dalam kegembiraan yang kita alami atas pencapaian, bakat, pelayanan yang dipercayakan, dan atas keberhasilan-keberhasilan kita dalam bidang lainnya. Kegembiraan atas hal-hal tersebut sebaiknya berada di bawah sukacita karena nama kita terdaftar di Sorga. [LS]