Mengalami perasaan kecewa dan sakit hati sepertinya tak mungkin dihindari oleh setiap orang. Saat hubungan semakin dekat dan dalam, gesekan pasti terjadi. Bukan hanya gesekan, beberapa orang bahkan harus mengalami peristiwa yang sangat menyakitkan dan traumatis karena mereka mungkin menjadi korban fitnah, korban penipuan, dan sebagainya.
Melalui bacaan firman hari ini, kita perlu menyadari bagaimana Tuhan ingin kita menanggapi mereka yang menyakiti kita. Saat kita diperintahkan untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, jangan anggap remeh perintah ini. Sebab sejak menjadi orang percaya, penyangkalan diri merupakan tanggung jawab kita, dan tujuan kita adalah meninggikan Kristus melalui kehidupan kita. Persoalannya, tindakan berdosa seseorang kepada kita lebih sering melukai harga diri dan kesombongan kita. Maka saat kita membalas kejahatan dengan kejahatan, sesungguhnya kita dimotivasi oleh kesombongan. Padahal motivasi yang seharusnya kita miliki sebagai orang percaya adalah agar orang yang berbuat jahat kepada kita, mengetahui belas kasih yang sama dengan yang kita terima dari Allah. Karena itu, selain tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, pesan Paulus selanjutnya dalam Alkitab terjemahan NIV berbunyi, "lakukanlah apa yang benar menurut pandangan semua orang". Secara umum, orang-orang dapat melihat mana tindakan yang sebenarnya salah, dan mana yang benar serta terhormat. Kita sendiri pun kadang mempertanyakan dan "menertawakan" tindakan ekstrem yang dilakukan orang lain sebagai upaya untuk membalas kejahatan seseorang terhadapnya, dan pada dasarnya kita tahu tindakan membalas seperti itu tidaklah benar. Contoh sehari-hari yang paling sering adalah di jalan raya, ketika seseorang tidak terima jalannya dipotong. Beberapa orang akan membalas dengan cara mengemudi yang lebih tidak sopan. Jadi, ketika seseorang berbuat jahat kepada kita, selain tidak membalasnya, yang juga tidak kalah penting adalah melakukan apa yang benar menurut pandangan umum. Misalnya dengan tidak menjelek-jelekkan orang tersebut, dengan membuktikan kehidupan yang jujur, bahkan dengan tetap berbuat baik kepada orang yang menjahati kita. Dengan demikian, setiap orang dapat melihat seperti apa orang Kristen itu. [LS]