Jika Anda masih dapat membaca tulisan ini, selamat! Itu artinya Anda telah melewati 8.760 jam selama tahun 2024. Kenyataannya, banyak dari kita yang skeptis memasuki tahun 2025, apalagi untuk membuat resolusi. Alasannya macam-macam, ada yang karena resolusi sebelumnya tidak pernah tercapai. Yang lain merasa tidak ada gunanya karena kebanyakan orang melupakan resolusi mereka di bulan Februari. Namun sadarkah kita, saat kita memasuki 1 Januari, itu artinya Tuhan masih berurusan dengan kita, Ia memberi kita satu kesempatan lagi di bumi ini. Kesempatan yang Tuhan berikan berbicara mengenai banyak hal, dan itu bersifat personal bagi masing-masing pribadi. Entah itu visi yang baru, hubungan yang baru, kesehatan, pekerjaan, bisnis, dan peluang lainnya. Meski tahun 2024 Anda penuh tantangan, bahkan pergumulan, kita melihat janji yang Tuhan berikan kepada para tawanan di Babel setelah 70 tahun, juga berlaku bagi kita. Rancangan Tuhan ialah rancangan damai sejahtera, untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan.
Meresponi kebenaran ini, kita perlu melihat diri kita seumpama seniman di hadapan kanvas kosong. Kita memegang kuas dan siap untuk melukis impian, cita, dan harapan kita ke depan. Tapi bagaimana seorang "seniman" Kristen melukis hidupnya? Setiap karya dimulai dengan sketsa. Luangkan waktu untuk membayangkan seperti apa gambaran tahun yang Tuhan harapkan bagi kita. Ketika umat Tuhan ceroboh di dalam hubungan mereka dengan Tuhan, pesan Tuhan adalah: "Perhatikanlah keadaanmu!" (Hagai 1:5). Tuhan memerintahkan kita untuk mengevaluasi beberapa hal yang terjadi dalam hidup kita, terutama dalam hubungan kita dengan-Nya. Pikirkanlah area mana dalam hidup Anda yang memerlukan perhatian lebih? Di bagian mana Tuhan menyesah kita habis-habisan? Apa saja kebiasaan buruk atau pemborosan terbesar di sepanjang 2024? Di mana kita melihat peluang perubahan dan pertumbuhan untuk 2025? Tuliskan tujuan Anda, baik secara pribadi, secara spiritual, dan profesional. Catatan ini akan menjadi pegangan sepanjang tahun. Mari, di awal tahun baru ini, kita bersama-sama melukis masa depan. Pertama-tama dengan memperhatikan keadaan kita saat ini, merenungkan dan mengevaluasi jalan hidup yang kita tempuh, membuat tujuan serta perencanaan, dan menjalaninya di sepanjang tahun ini dengan ketekunan, sambil mengingat ketergantungan kita kepada Tuhan. Sebab di luar Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa. [LS]