Firman Tuhan berkata bahwa masa hidup kita adalah tujuh puluh tahun. Jika kita kuat delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran serta penderitaan. Artinya, tak ada manusia yang luput dari kesedihan dan air mata. Karenanya, kita harus siap menerima kenyataan akan adanya hal-hal menyakitkan yang terjadi. Menghadapi kesedihan adalah salah satu hal yang harus kita lalui. Inilah yang terjadi kepada Maria dan Marta. Saudaranya, Lazarus, telah pergi, dan kini tinggallah kesedihan. Kehadiran orang-orang saat itu, baik teman, kolega dan orang terdekat sekali pun tidak cukup menghibur. Hati Maria dan Marta masih dirundung kesedihan. Namun, saat Yesus datang, belum juga tiba di tempat perkabungan, Marta meninggalkan perkabungan itu untuk menjumpai Yesus. Kehadiran Yesus jauh lebih berarti dari orang-orang yang datang melawat saat itu. Setelah berjumpa dengan Yesus, harapan Marta bangkit kembali. Ia pun memanggil Maria yang masih berkabung dan berbisik kepadanya, "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau," sontak Maria terperanjat. Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus. Di akhir kisah ini kita mendapati bahwa Yesus akhirnya melakukan mujizat, dengan membangkitkan Lazarus yang telah dikubur empat hari. Namun, satu pelajaran yang berharga adalah bagaimana kehadiran Yesus membawa perubahan yang berbeda di dalam kesedihan yang dialami oleh Marta dan Maria.
Tak mudah bagi kita untuk melewati masa-masa duka. Namun, jika kita mengerti rahasia kekuatan dan sumber sukacita sejati, tentu kita mampu melewati segala penderitaan. Kuncinya adalah dengan memiliki kesadaran akan keberadaan Yesus di dalam hidup kita, sehingga kita memperoleh kekuatan dalam melalui hari-hari yang suram. Saat sedang dilanda kesedihan yang mendalam, saat tak seorang pun mengerti apa yang kita rasa, saat tak ada lagi yang bisa membangkitkan sukacita dan pengharapan kita, ingatlah Yesus ada di hati kita. Kita tak pernah sendiri, dan tak akan pernah dibiarkan sendiri. Yesus akan menolong kita melewati kesedihan yang kita rasakan. Ia akan menguatkan dan menghibur kita dengan firman dan ajaran-Nya. Ingat, "Yesus ada di sini dan Ia memanggil engkau." [RS]