Kita mendengar banyak sekali berita yang menyatakan bahwa kondisi ekonomi di tahun 2025 akan semakin sulit. Dimulai dari kenaikkan pajak dan kenaikkan harga barang-barang, khususnya kebutuhan pokok. Bagaimana pun juga, hal ini pasti menambah beban pikiran banyak orang. Hidup di dunia rasanya semakin sulit saja, banyak orang tidak bersemangat menyongsong tahun yang baru, dan inilah realita yang kita hadapi.
Di dalam Yesaya 41:10, Allah memberikan janji-Nya bahwa Ia selalu beserta kita, sehingga kita tidak perlu takut akan apa pun juga. Ia berjanji bahwa Ia akan meneguhkan, menolong, bahkan memegang tangan kita dengan tangan kanan-Nya yang membawa kita kepada kemenangan. Tidak hanya itu, di dalam Yeremia 29:11, Allah berfirman bahwa rancangan-Nya atas hidup kita adalah damai sejahtera, untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh dengan harapan. Karena itu, untuk menyingkirkan segala ketakutan dan kekhawatiran akan masa depan, yang harus kita lakukan adalah merenungkan dan mengingat setiap janji Tuhan. Kita harus senantiasa membaca, memperkatakan, dan merenungkan Firman-Nya siang dan malam (Yosua 1:8; Mazmur 1:2). Selain itu, kita juga harus mengingat setiap pertolongan dan mujizat yang Tuhan lakukan di dalam kehidupan kita. Salah satu tokoh Alkitab yang dapat kita teladani adalah Daud. Di dalam 1 Samuel 17:37, ketika ia menghadap raja Saul sebelum menghadapi Goliat, ia mengatakan "Tuhan yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang. Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu". Daud tidak membiarkan dirinya diliputi ketakutan, ia memilih untuk mengingat dan percaya bahwa Tuhan yang telah melepaskan dia dari singa dan beruang, pasti menolongnya saat menghadapi Goliat. Hendaklah kita juga mengingat segala perbuatan tangan Tuhan, sehingga iman kita dibangkitkan dan percaya bahwa Tuhan yang menolong kita di masa lalu pasti akan menolong kita sekarang. Marilah kita senantiasa merenungkan janji Tuhan dan mengingat setiap pertolongan yang sudah pernah Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita. Sehingga kita tidak perlu takut menghadapi waktu yang akan datang. [JA]