Banyak orang berpikir bahwa mereka tidak memiliki cukup waktu, uang, dan tenaga untuk melayani Tuhan. Mereka merasa sangat sibuk, mereka merasa keuangan mereka masih lemah, dan lain sebagainya. Tahukah Anda, sekali pun memang realitanya mereka sangat sibuk, atau masih berusaha untuk membangun kekuatan ekonomi, ada kekeliruan dalam hal ini. Mereka yang berpikir demikian mengira bahwa melayani Tuhan merupakan sesuatu yang dilakukan secara sukarela, apabila mereka telah memiliki cukup waktu, uang, dan tenaga.
Di dalam kisah Yesus memberi makan lima ribu orang, apakah mereka berlimpah dengan sumber daya? Kita bisa membayangkan wajah para murid ketika Yesus memerintahkan, "Kamu harus memberi mereka makan!". Jawaban para murid saat itu adalah, "Mana mungkin! Kami hanya mempunyai lima roti dan dua ikan." (Luk. 9:13 FAYH). Bahkan Filipus menjawab Yesus bahwa 200 dinar (setara upah pekerja enam sampai tujuh bulan), tidak akan cukup untuk memberi makan orang sebanyak itu (Yoh. 6:7). Mereka sangat jauh dari sumber daya yang cukup. Namun justru dari lima roti dan dua ikan, Yesus memberkati lima ribu pria, belum termasuk wanita dan anak-anak. Dari kisah ini, kita belajar satu kebenaran: Tuhan Yesus bekerja melalui orang-orang yang kekurangan sumber daya. Jadi pertanyaannya sekarang, dalam hal apa sumber daya Anda tidak cukup? Waktu kah? Uang kah? Tenaga kah? Atau hal lainnya? Jawaban Yesus ialah, "Bawalah ke mari kepada-Ku." (Mat. 14:18). Inilah jawabannya, serahkan seberapa pun sumber daya Anda yang tidak memadai kepada Yesus, Ia sanggup untuk menggunakan bahkan melipatgandakannya sesuai dengan kehendak-Nya. Jangan pernah batasi pekerjaan Tuhan dalam hidup Anda, apalagi jika Anda bersembunyi di balik alasan "sibuk". Jadi, ambilah keputusan dan komitmen dimana Tuhan memanggil Anda untuk melayani-Nya. [LS]