Pada masa pemerintahan kaisar Nero (54-68 M), orang-orang Kristen di kota Roma mengalami tantangan yang berat dalam menjalani kehidupan sebagai orang Kristen. Berdasarkan catatan sejarawan Roma, Tacitus, kaisar Nero menangkap dan menjadikan orang-orang Kristen sebagai makanan hewan-hewan buas dalam arena perlombaan yang dipertontonkan, bahkan sebagian dari mereka dibakar hidup-hidup sebagai tiang api untuk taman istananya. Hal itu terjadi sebagai imbas dari tuduhan kaisar Nero atas orang-orang Kristen yang membakar kota di Roma dengan alasan tidak mau berelasi dengan orang-orang Roma.
Bersyukur oleh karena kemurahaan Allah, rasul Paulus diutus melalui suratnya untuk meneguhkan iman mereka. Rasul Paulus menjelaskan bahwa mereka yang sudah dibenarkan oleh penebusan Kristus adalah mereka yang mati bersama-sama Kristus bagi dosa-dosanya dan dibangkitkan bersama-sama Kristus untuk hidup bagi Allah dalam kebenaran. Mereka adalah orang-orang yang dipimpin oleh Roh Allah, dan semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak-anak Allah. Mereka merupakan ahli waris yang berhak menerima janji-janji Allah bersama-sama dengan Kristus, jika ikut menderita bersama-sama dengan Kristus, yaitu menyatakan kebenaran Allah supaya mereka juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia dalam hidup yang kekal. Rasul Paulus meyakinkan jemaat di Roma bahwa penderitaan yang mereka hadapi tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada mereka. Begitu pun dengan kita orang percaya masa kini. Kita yang mengimani penebusan Kristus juga harus ikut ambil bagian dalam penderitaan-Nya untuk menyatakan kebenaran Allah. Sama seperti rasul Paulus, kita pun yakin bahwa tidak akan ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Rm 8:39). Oleh karena itu, marilah kita terus memegang teguh iman kita kepada Kristus dengan penuh ketaatan, sebagai pengharapan yang kokoh sampai nanti kita bersama-sama dengan Dia di dalam Kerajaan Sorga yang mulia dan kekal. [AP]