Bacaan Alkitab kita merupakan pesan Paulus yang saat itu ditujukan kepada majikan Kristen. Pesan yang sama juga berlaku bagi hubungan kerja kita di masa kini, dan pembahasan kita hari ini khususnya ditujukan bagi para pemimpin, pengusaha, manajer, atau orang-orang lainnya yang mengepalai pekerja di bawahnya.
Firman Tuhan sangat jelas dan gamblang, "Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga." Di dalam KBBI, keadilan berarti perbuatan atau perlakuan yang sama berat, tidak berat sebelah, dan tidak memihak, melainkan berpegang pada kebenaran. Dalam kehidupan sehari-hari, keadilan tidak hanya berpatokan pada hukum tertulis, namun juga memberikan apa yang disetujui oleh akal sehat kita sebagai perbuatan atau perlakuan yang baik dan pantas. Jadi dengan kata lain, selain memberi apa yang menjadi hak pekerja, kita pun harus memperlakukan mereka dengan mengakui kemanusiaan dan martabat (harga diri) mereka. Contoh praktiknya adalah dengan memperhatikan dan menyediakan apa yang menjadi kebutuhan mereka, menghargai waktu mereka, memberi keleluasaan agar mereka dapat bekerja dengan potensi terbaiknya. Selanjutnya berlaku jujur berarti bertindak transparan, tidak manipulatif, dan bebas dari tindakan eksploitasi. Dalam praktiknya, para majikan menepati apa yang telah disepakati, tidak mencurangi pekerja, dan tidak membebani mereka secara tidak masuk akal atau yang melampaui kekuatan mereka. Alasan mengapa para majikan harus berlaku demikian adalah karena "kamu juga mempunyai tuan di sorga." Kita selaku atasan bagi orang lain, juga harus mengingat bahwa kita pun memiliki atasan kita yang di sorga. Kita bukanlah tuan atas diri kita sendiri, kita mempertanggungjawabkan posisi kita kepada Tuhan. Pada akhirnya, baik pekerja maupun atasan adalah sama-sama hamba dari Tuhan yang sama, dan sama-sama harus bertanggung jawab kepada-Nya, sebab Ia tidak memandang muka (Ef 6:9). [LS]