Tuhan berjanji akan membebaskan Bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir dan membawa mereka untuk beribadah di Gunung Sinai (Kel 3:12). Ibadah kepada Tuhan menjadi tujuan utama bangsa Israel setelah mereka keluar dari Mesir, sebab semasa mereka di Mesir, mereka telah terpapar dengan pengaruh penyembahan kepada dewa-dewi Mesir. Hal ini terbukti dari bagaimana mereka pada saat sampai di Gunung Sinai malah membuat patung anak lembu dari emas untuk disembah (Kel 32). Oleh karena itu Tuhan memberikan hukum-hukum-Nya di Sinai untuk membentuk kebiasaan beribadah kepada Tuhan dengan cara yang benar.
Perjalanan 40 tahun di padang gurun harusnya dipakai bangsa Israel untuk mengenal Tuhan dan beribadah kepada-Nya, tetapi mereka malah memberontak dan mencobai Tuhan, hingga akhirnya satu generasi dibinasakan dan hanya tersisa Kaleb dan Yosua yang taat dan setia kepada Tuhan. Bahkan ketika Tuhan sudah menganugerahkan tanah perjanjian dengan kemenangan atas bangsa-bangsa di Kanaan, Yosua tetap memegang teguh keyakinannya bahwa ia dan seisi rumahnya akan tetap setia beribadah kepada Tuhan sebab ia mengerti bahwa tujuan utama Tuhan membebaskannya dari Mesir adalah agar ia beribadah kepada Tuhan (Yos 24:15). Dalam perjalanan hidup kita sebagai orang percaya, kita kerap kali disuguhkan dengan banyaknya distraksi yang membuat kita akhirnya abai beribadah kepada Tuhan. Entah itu karena penderitaan yang membuat kita mempertanyakan eksistensi Tuhan atau mungkin kemakmuran yang membuat kita lupa bahkan merasa tidak perlu Tuhan. Kita terkadang lupa bahwa tujuan dari segala kondisi yang Tuhan ijinkan terjadi adalah agar kita senantiasa mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, sebab kita pun dipanggil untuk beribadah kepada Tuhan, baik dalam kondisi suka maupun duka, karena Tuhan adalah pemilik hidup kita. [AP]