Yesaya adalah tokoh Alkitab yang kita kenal karena jawabannya yang luar biasa terhadap panggilan Tuhan. Dengan penuh kemantapan, ia berkata, "Ini aku, utuslah aku!" Dalam bahasa aslinya, Yesaya menyatakan "hineni", yang menunjukkan kehadiran, kesiapan, dan komitmennya terhadap panggilan Tuhan. Yesaya terbukti setia dari awal panggilan hingga ia mati sebagai martir dengan cara digergaji.
Hal penting yang harus kita pahami dari kemantapan jawaban Yesaya adalah peristiwa yang mendahuluinya. Yesaya mengalami perjumpaan pribadi dan memperoleh penglihatan mengenai kemuliaan Tuhan, Sang Raja sejati. Yesaya lekat dengan kehidupan di lingkungan kerajaan, sehingga ia tentu mengetahui bahwa Raja ini berbeda dengan raja-raja lainnya. Raja yang memanggilnya adalah Raja yang kudus, Tuhan atas alam semesta. Penglihatan ini membawa Yesaya kepada pengenalan yang semakin dalam dengan Tuhan dan semakin memantapkan responnya terhadap panggilan Tuhan. Pengalaman serta respons seperti inilah yang dapat kita pelajari dari Yesaya. Saat ini kita mungkin sedang diperhadapkan dengan panggilan Tuhan. Ketika Tuhan memanggil, maukah kita menjawab seperti Yesaya menjawab? Kita tidak perlu ragu dengan panggilan dari Tuhan, karena Dia yang memanggil kita adalah Sang Raja sejati atas seluruh alam semesta. Raja sejati itu juga mengenal setiap latar belakang dan potensi kita. Sama seperti Yesaya yang dipanggil untuk menyampaikan Firman Tuhan kepada bangsa yang keras kepala, tempat dimana ia juga tinggal dan besar di lingkungan tersebut. Maka panggilan kita pun pastinya tidak jauh dari setiap latar belakang dan potensi yang kita miliki. Karena itu, marilah kita menjawab panggilan Tuhan dengan penuh kemantapan, kesiapan, serta komitmen hingga akhir hidup kita. Sebab adalah suatu kehormatan bagi kita untuk dapat melayani Raja di atas segala raja, Tuhan Yesus Kristus. [JW]