Panggilan Tuhan untuk sesuatu hal yang besar dimulai dari ketaatan kita sehari-hari. Kita bisa belajar hal ini dari sosok Maria. Maria dipanggil bukan karena ia besar dan terkenal. Maria adalah seorang gadis muda dari Nazaret, sebuah kota kecil. Namun yang menarik adalah dua kali Malaikat menyebut Maria sebagai orang yang dikarunia Tuhan (Lukas 1:28, 30). Saat Malaikat berkata bahwa ia akan melahirkan seorang anak, tidak ada keluhan maupun penolakan keluar dari mulut Maria. Bayangkan, seorang wanita yang belum menikah akan melahirkan bayi. Hukum dan kebiasaan agama saat itu bisa saja membuat nyawanya terancam. Ini bukanlah hal yang mudah untuk diterima, Tuhan memilih cara di luar nalar manusia untuk menunjukkan kasih karunia-Nya. Kendati demikian, dengan kerendahan hati Maria taat pada kehendak Tuhan.
Jawaban Maria atas panggilan Tuhan menandai orang seperti apa Maria ini. Katanya, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Respons Maria menunjukkan kerendahan hatinya, ia sadar posisinya di hadapan Tuhan, bahwa ia adalah hamba. Ia berani taat meski harus menghadapi risiko kehilangan nyawa. Ia juga menaruh imannya bukan pada logika, melainkan karakter Allah. Ketaatan Maria dalam hal besar yang menuntut risiko tinggi menunjukkan bagaimana pribadi Maria dalam kesehariannya. Kita pun dapat meneladani Maria, dengan membiasakan diri dalam ketaatan sehari-hari kepada Tuhan. Ketika hidup tampak berjalan biasa-biasa saja, pilihlah untuk tetap setia pada ketentuan-Nya. Sering kali kita menanti panggilan Tuhan dalam bentuk yang spektakuler. Padahal, Tuhan lebih sering berbicara melalui rutinitas harian, melalui suara hati yang tenang, melalui kesempatan untuk mengasihi, memberi, dan mengampuni. Ketaatan kita di hari ini bisa jadi adalah persiapan untuk panggilan Tuhan yang lebih besar. Karenanya, setialah dalam perkara sehari-hari. Saat kita terbiasa berkata, "Jadilah padaku menurut kehendak-Mu," dalam keseharian kita, kita sedang melatih hati kita untuk siap menerima misi besar dari Tuhan. [RS]