Media sosial seperti Tiktok, Instagram, dan Youtube, mengalami peningkatan pengguna yang sangat besar dalam kurun waktu 5 tahun belakangan ini. Miliaran manusia menggunakan aplikasi tersebut, dan terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa rata-rata penggunaan media sosial per hari adalah dua setengah jam.
Platform-platform digital kini menawarkan konten yang dibalut secara menarik dan hampir sulit untuk dihindari. Kita disajikan konten-konten terbaru setiap hari, yang sebenarnya lebih banyak tidak membangun iman, bahkan bertentangan dengan nilai kekristenan. Tanpa sadar, kita pun terjebak perilaku "mindless scrolling", yaitu kebiasaan menggulir layar gadget secara terus menerus, tanpa tujuan atau keterlibatan tertentu, yang sering kali mengakibatkan kurangnya kepekaan terhadap waktu dan lingkungan sekitar. Kita semakin menikmati tontonan yang tidak bermutu dan sia-sia, yang Alkitab sebut sebagai "hal yang hampa". Pemazmur tahu bahayanya membiarkan mata dan hati terpaku pada hal-hal yang hampa, sehingga ia pun memohon agar Tuhan memalingkan matanya dari hal semacam itu. Kita pun perlu berdoa meminta pertolongan Tuhan agar kita tidak terjebak melakukan "mindless scrolling". Tidak hanya itu, pemazmur juga mengajarkan kita untuk berupaya hidup dalam jalan-jalan yang dikehendaki Tuhan. Ini artinya, meninggalkan distraksi duniawi saja tidak cukup; kita perlu secara aktif mengganti waktu kita dengan hal-hal yang memperkuat iman, seperti membaca firman Tuhan, berdoa, membangun komunikasi dengan sesama orang percaya, dan melayani. Ketika ada waktu kosong, pilihlah membaca buku, dengarkan podcast yang mendidik, jalan kaki, peregangan atau berolahraga ringan, menulis jurnal/refleksi diri, dan merapikan area kegiatan kita sehari-hari seperti meja kerja. [LS, JW]