Ketika Raja Daud ada dalam pelarian karena pemberontakan Absalom, ia tak hanya dikhianati oleh anaknya tetapi juga oleh banyak orang. Di saat anaknya melakukan kudeta tersebut, banyak orang yang berpaling dari Daud dan mendukung Absalom. Kini Daud tak hanya kehilangan takhta, bahkan nyawanya pun terancam. Tetapi di masa-masa sulit itu, ternyata masih ada orang-orang yang tetap berdiri bagi Daud. Para pegawainya, orang Kreti, orang Pleti, dan orang Gat, yang berjumlah enam ratus orang turut melarikan diri bersama Daud. Satu di antara pegawainya itu ialah Itai, orang baru yang mengawal Daud secara pribadi. Dalam posisi sebagai pelarian, jaminan masa depan yang suram, dan nyawa yang terancam, Itai mengikuti Daud. Walau Daud sempat menyuruh Itai pulang, tetapi jawaban Itai sangat menyentuh hati, "Demi TUHAN yang hidup, dan demi hidup tuanku raja, di mana tuanku raja ada, baik hidup atau mati, di situ hambamu juga ada." Itai turut melalui masa-masa sulit Daud.
Di tengah beratnya masalah hidup, salah satu berkat besar yang Tuhan karuniakan adalah kehadiran orang-orang yang menemani dan menolong kita. Mereka adalah sosok "Itai" yang Tuhan izinkan hadir di dalam masa-masa duka dan sulit. Orang-orang demikian menjadi penghiburan dari Tuhan, yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Mereka mungkin orang-orang yang sebelumnya tidak pernah kita perhitungkan, tetapi kesetiaan, dukungan, dan kasih mereka justru memberi kekuatan besar bagi kita untuk dapat terus berjalan. Kehadiran mereka adalah salah satu wujud nyata kasih Tuhan bagi kita. Karenanya, di tengah masa-masa sulit dan kesusahan, cobalah sejenak kita renungkan keberadaan orang-orang seperti "Itai" di sekitar kita. Bersyukurlah atas orang-orang seperti ini, dan bawalah mereka ke dalam doa-doa pribadi kita. Hubungi dan kirimi mereka pesan, bahwa Anda sangat bersyukur atas keberadaan mereka yang telah menguatkan Anda. [RS]