Di dalam pengadilan, ahli dan saksi merupakan dua peran berbeda. Jika ahli memberi pernyataan berdasarkan ilmu, keahlian, dan pengalaman profesional; saksi memberi pernyataan berdasarkan pengalaman langsungnya dalam peristiwa yang disengketakan. Dalam kehidupan Kristen, Tuhan tidak menuntut kita menjadi ahli teologi untuk dapat bersaksi. Tuhan menghendaki kita menjadi saksi yang hidup, yakni orang-orang yang bercerita dari hati tentang bagaimana Tuhan bekerja dalam hidupnya. Sama seperti seorang gadis dari Israel, yang mengatakan kepada istri Naaman bahwa di Israel ada nabi yang dapat menyembuhkan penyakit kusta yang diderita oleh Naaman. Gadis ini menjadi saksi bagi orang yang belum mengenal Tuhan. Meski ia hanya seorang tawanan yang menjadi pelayan, ia menceritakan kuasa Allah yang bekerja melalui nabi-Nya. Setelah mengikuti perintah Elisa, Naaman pun sembuh total dari kustanya dan ia mengakui bahwa tidak ada Allah lain selain di Israel.
Sungguh menarik, titik balik kehidupan seorang Namaan tidak dimulai dari seorang jenderal, raja, atau nabi, melainkan dari seorang budak dari Israel. Gadis yang tidak disebutkan namanya ini, tercantum di Alkitab sebagai pelajaran dan saksi iman bagi kita. Dalam penderitaannya, ia tetap percaya Tuhan masih bekerja dan berani menyampaikan harapan itu kepada orang asing. Gadis ini membuktikan bahwa Tuhan tak hanya memakai orang-orang besar atau terkenal. Tuhan bisa memakai siapa saja, termasuk kita. Bukan masalah status, posisi atau kedudukan, tetapi ketulusan dan kesiapan hati kita untuk bersaksi. Nyatanya, kita sering merasa sulit untuk bersaksi. Padahal kita semua adalah saksi-saksi Kristus, dan untuk bersaksi sebenarnya kita hanya perlu menceritakan pengalaman kita tentang Tuhan terhadap orang lain. Seperti gadis ini, kesaksiannya sederhana, namun Tuhan berkuasa atas kesaksiannya. Ia tidak berkhotbah, tidak pula membuat mukjizat, ia hanya menyampaikan imannya tentang Tuhan kepada orang yang membutuhkan. Namun kata-kata itulah yang mengubah seluruh perjalanan hidup Naaman. Kadang, satu kalimat sederhana yang kita saksikan bisa menjadi awal dari pertobatan orang lain. Karena itu, jadilah saksi Kristus! [RS]