Beberapa orang berjasa di bumi ini tidak mendapat perhatian dan tidak dikenal. Mereka melakukan pekerjaan besar yang ditetapkan bagi mereka lalu nama mereka pun tak lagi terdengar. Di dalam Alkitab, kita menemukan sosok yang demikian, namanya Ananias. Bagaimana tidak? Ananias adalah orang yang memiliki andil dalam pertobatan Rasul Paulus. Ananias bukanlah seorang rasul besar, bukan juga seorang pemimpin gereja besar, penginjil, atau diaken, namun ia disebut sebagai murid Tuhan atau pengikut Tuhan Yesus. Sekali waktu, Tuhan meminta Ananias untuk melakukan sesuatu yang tidak masuk akal, yakni mendatangi dan mendoakan Saulus, seorang penganiaya jemaat kala itu. Awalnya ia sempat menyatakan keberatannya, mengingat betapa banyaknya kejahatan yang telah dilakukan Saulus terhadap orang-orang kudus di Yerusalem. Namun ketakutannya wajar, sebab ia tahu bahwa Saulus adalah orang yang berbahaya, termasuk bagi dirinya. Namun, ketika Tuhan memerintahkan sekali lagi agar ia pergi, maka pergilah Ananias. Saat Ananias berdoa, selaput di mata Saulus terlepas, lalu Saulus pun bertobat. Nama Ananias menghilang dari panggung sejarah, tetapi upah yang besar telah menantinya. Sungguh panggilan yang luar biasa.
Pernahkah Anda mengalami seperti Ananiasâmerasakan adanya panggilan Tuhan untuk melakukan sesuatu, namun Anda merasa panggilan itu tidak masuk akal, bahkan menakutkan? Sering kali kita terfokus pada keadaan, keterbatasan, dan juga kondisi sekitar yang seakan membahayakan kita. Namun respons Ananias ini menunjukkan bahwa kebersediaan hati kita jauh lebih penting daripada kemampuan atau rasa aman. Seorang murid Tuhan biasa yang mampu menghadapi seorang Paulus yang pernah ada di bawah pendidikan Gamaliel. Namanya hanya muncul sekali di dalam Alkitab, tapi perannnya sungguh luar biasa ketika ia bersedia dan membiarkan Tuhan bekerja dengan cara-Nya yang heran dan penuh kuasa. Melalui ketaatan Ananias akan panggilan Tuhan inilah terjadi reformasi besar dalam sejarah kekristenan di dunia. Tuhan menghendaki agar kita bersedia dipanggil dan dipakai oleh-Nya. Percayalah, bahwa ketaatan kita terhadap panggilan Tuhan melampaui segala keadaan dan ketidakmampuan. [RS]