Kekristenan bukan hanya soal menerima keselamatan dan hidup diberkati, tetapi juga tentang bertumbuh hingga menjadi dewasa dalam iman. Pertumbuhan itu perlu suatu sarana yang disebut pemuridan, sebagaimana Yesus perintahkan dalam Amanat Agung: "Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Kuâ€Â¦" (Matius 28:19). Sayangnya, banyak orang percaya berhenti pada tahap awal; puas dengan status jemaat; menganggap pemuridan hanyalah tugas pendeta atau hamba Tuhan. Padahal, setiap orang percaya yang telah dewasa rohani dipanggil untuk membimbing orang lain agar mereka juga mengenal Kristus dengan lebih dalam. Rasul Paulus menegur jemaat yang seharusnya sudah dewasa dan menjadi pengajar bagi jemaat-jemaat yang baru mengenal Tuhan, tetapi masih perlu diberi "susu" karena tidak sanggup menerima makanan keras (Ibrani 5:12–14). Kekristenan sejati seharusnya tidak berhenti hanya untuk diri sendiri, melainkan dipancarkan keluar melalui teladan hidup, perkataan, dan tindakan yang membangun orang lain. Pemuridan tidak selalu berarti mengajar dalam kelas, tetapi bisa dimulai dari hal sederhana seperti membimbing seorang teman untuk datang ke gereja setiap minggu, atau menguatkan imannya yang sedang bimbang dan lemah.
Tanpa kita sadari, saat kita memuridkan, kita sedang menolong orang lain bertumbuh sekaligus memperdalam iman kita sendiri. Pemuridan juga adalah cara Tuhan menjaga keberlangsungan Injil dari generasi ke generasi—seperti Paulus yang memuridkan Timotius agar ia dapat mengajar orang lain lagi (2 Timotius 2:2). Selain itu, dengan memuridkan, hidup kita tidak hanya sekadar menjadi penerima berkat, melainkan juga saluran berkat bagi jiwa-jiwa. Karena itu, setiap kita perlu bertanya pada diri sendiri: apakah kita hanya puas dengan berkat dan keselamatan, ataukah kita mau melangkah lebih jauh dalam panggilan untuk memuridkan? Tuhan menghendaki setiap anak-Nya menjadi terang dan garam, bukan sekadar penerima kasih karunia, melainkan juga pembawa kabar baik yang memimpin orang lain kepada Kristus. Dengan memuridkan, kita sedang mengambil bagian dalam rencana besar Allah, yaitu memperluas Kerajaan-Nya di bumi. [KH]