FROM FOLLOWER TO FISHERMAN

Minggu,12 Oktober 2025

BACAAN ALKITAB HARI INI

Ibrani 5:11-14

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Matius 28:19

RENUNGAN INSPIRASI

Kekristenan bukan hanya soal menerima keselamatan dan hidup diberkati, tetapi juga tentang bertumbuh hingga menjadi dewasa dalam iman. Pertumbuhan itu perlu suatu sarana yang disebut pemuridan, sebagaimana Yesus perintahkan dalam Amanat Agung: "Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Kuâ€Â¦" (Matius 28:19). Sayangnya, banyak orang percaya berhenti pada tahap awal; puas dengan status jemaat; menganggap pemuridan hanyalah tugas pendeta atau hamba Tuhan. Padahal, setiap orang percaya yang telah dewasa rohani dipanggil untuk membimbing orang lain agar mereka juga mengenal Kristus dengan lebih dalam. Rasul Paulus menegur jemaat yang seharusnya sudah dewasa dan menjadi pengajar bagi jemaat-jemaat yang baru mengenal Tuhan, tetapi masih perlu diberi "susu" karena tidak sanggup menerima makanan keras (Ibrani 5:12–14). Kekristenan sejati seharusnya tidak berhenti hanya untuk diri sendiri, melainkan dipancarkan keluar melalui teladan hidup, perkataan, dan tindakan yang membangun orang lain. Pemuridan tidak selalu berarti mengajar dalam kelas, tetapi bisa dimulai dari hal sederhana seperti membimbing seorang teman untuk datang ke gereja setiap minggu, atau menguatkan imannya yang sedang bimbang dan lemah.
Tanpa kita sadari, saat kita memuridkan, kita sedang menolong orang lain bertumbuh sekaligus memperdalam iman kita sendiri. Pemuridan juga adalah cara Tuhan menjaga keberlangsungan Injil dari generasi ke generasi—seperti Paulus yang memuridkan Timotius agar ia dapat mengajar orang lain lagi (2 Timotius 2:2). Selain itu, dengan memuridkan, hidup kita tidak hanya sekadar menjadi penerima berkat, melainkan juga saluran berkat bagi jiwa-jiwa. Karena itu, setiap kita perlu bertanya pada diri sendiri: apakah kita hanya puas dengan berkat dan keselamatan, ataukah kita mau melangkah lebih jauh dalam panggilan untuk memuridkan? Tuhan menghendaki setiap anak-Nya menjadi terang dan garam, bukan sekadar penerima kasih karunia, melainkan juga pembawa kabar baik yang memimpin orang lain kepada Kristus. Dengan memuridkan, kita sedang mengambil bagian dalam rencana besar Allah, yaitu memperluas Kerajaan-Nya di bumi. [KH]

REFLEKSI DIRI

1. Apakah saya selama ini hanya puas dengan menerima berkat keselamatan, tanpa pernah memikirkan bagaimana membagikan iman saya kepada orang lain?
2. Sudahkah saya bertumbuh menjadi dewasa rohani yang bisa menolong orang lain bertumbuh, ataukah saya masih sibuk dengan kebutuhan rohani pribadi?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah menyelamatkan dan memanggil aku menjadi murid-Mu. Tolong aku untuk membimbing orang lain mengenal Engkau lebih dalam. Beri aku hati yang rela, telinga yang peka, dan keberanian untuk memulai langkah kecil dalam memuridkan. Jadikan hidupku saluran kasih dan kebenaran-Mu. Dalam nama Yesus aku berdoa, amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Ambil waktu untuk berdoa, minta Tuhan tunjukkan satu orang yang bisa mulai kita bimbing atau damping dalam iman. Jadikan hidup sehari-hari sebagai teladan: dalam perkataan, sikap, dan perbuatan yang mencerminkan Kristus. Mulai dari hal sederhana: ajak doa bersama, membaca firman, atau berbagi kesaksian iman.

HIKMAT HARI INI

Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang dimuridkan dan memuridkan. ― Mark Dever
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com