KETIKA HUBUNGAN HARUS BERAKHIR

Senin,20 Oktober 2025

BACAAN ALKITAB HARI INI

Matius 18:21-22; Filipi 4:7-8

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Matius 18:22

RENUNGAN INSPIRASI

Pepatah lama mengatakan, bahwa di setiap perjumpaan pasti ada perpisahan. Demikian pula di setiap hubunganâentah dengan pasangan, keluarga, komunitas, atau sahabat terdekatâselalu ada awal dan akhir. Kenyataannya, selain oleh karena kematian dan peralihan musim kehidupan, beberapa di antara kita ada yang harus mengalami perpisahan oleh karena ketidakcocokan, pengkhianatan, dan sebab-sebab tidak mengenakan lainnya. Di sinilah tidak semua orang mampu melanjutkan hidup dengan baik setelah hubungan itu harus berakhir. Sekali pun, mereka mengatakan telah "move on", luka dan trauma yang ditinggalkan seringkali menghambat proses "move on" seseorang, apalagi jika perpisahan itu diungkit kembali. Ada yang terus menerus membahas keburukan/kejelekan orang yang bersangkutan, ada pula yang trauma membuka lembaran baru.
Kita harus sadar bahwa "moving on" adalah suatu keputusan, dan langkah pertama yang kita butuhkan untuk berhasil "move on" adalah dengan mengampuni dan merelakan. Yesus mengajarkan kita untuk mengampuni sesama yang bersalah kepada kita sampai "tujuh puluh kali tujuh kali" (Mat 18:22). Artinya, pengampunan tidak dibatasi oleh jumlah kesalahan orang lain. Dengan mengampuni dan merelakan, kita melepaskan diri dari ikatan kepahitan yang membelenggu kita, dan memberi ruang bagi damai sejahtera Allah untuk bekerja dalam hati kita. Keputusan dan langkah inilah yang akan mempercepat proses "moving on". Hal kedua yang tidak kalah penting adalah dengan tidak mengungkit soal perpisahan itu terus-menerus. Prinsip firman Tuhan mengajar kita untuk tidak terpaku pada masa lalu atau pada luka yang kita alami, tetapi mengarahkan hati dan pikiran kita pada hal-hal yang positif dan membangun. Alihkan fokus kita kepada hal-hal yang dapat diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Entah itu perbaikan karakter, menyusun rencana masa depan, meningkatkan selektivitas, dan hal-hal membangun lainnya. Jangan membenci apa yang sudah terjadi, karena perpisahan mungkin perlu terjadi agar kita belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bijaksana. [EV, LS]

REFLEKSI DIRI

1. Apakah Anda tipe yang sulit “move on” dari suatu hubungan yang harus berakhir? Mengapa?
2. Tantangan apa saja yang menyebabkan seseorang sulit “move on”?

POKOK DOA

Bapa, terima kasih untuk pesan-Mu yang telah mengingatkanku untuk memandang sebuah perpisahan dari kacamata yang positif. Ajarku ya Tuhan untuk dengan tulus melepaskan pengampunan bagi siapa pun yang telah melukai hatiku, dan bimbingku agar senantiasa memetik hikmah dari setiap perpisahan, amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Jangan membenci orang yang dengannya kita harus berpisah. Lepaskan pengampunan, lalu lanjutkan hidup Anda. Jangan fokus kepada kesalahannya, melainkan fokuslah pada pelajaran yang bisa dipetik.

HIKMAT HARI INI

Yang telah berlalu biarlah berlalu. Lupakan rasa sakitnya, jangan lupakan pelajarannya.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com