RENUNGAN INSPIRASI
Di Korintus abad pertama, "hikmat" dipahami sebagai filsafat umum yaitu pemahaman akan pandangan dunia agar dapat memaknai arti hidup dengan lebih baik, termasuk mengatur pilihan, nilai, dan prioritas; sehingga pada masa itu, orang bijak adalah seseorang yang menganut dan mempertahankan salah satu dari sekian banyak pandangan dunia saat itu. Dalam pengertian ini, mereka yang bijaksana mungkin saja kaum Epikurean atau Stoa atau Sofis atau Platonis, dengan kesamaan bahwa mereka mengklaim mampu memahami hidup, mati, dan alam semesta. Demikian pula orang Yunani yang pada umumnya menghormati hikmat sebagai penjelasan tentang hal-hal yang bisa dijelaskan dengan logika dan masuk di akal (NET Study Bible).
Dalam perikop bacaan Alkitab hari ini, rasul Paulus ingin menasihati jemaat di Korintus untuk tidak mudah diperdaya oleh ucapan dan pidato yang terkesan berhikmat, melainkan fokus kepada berita Injil, sebab Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan karena dunia ini tidak mengenal Allah. Oleh karena itu Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya kepada pemberitaan Injil – yaitu salib Kristus, sekali pun bagi orang-orang Yahudi kematian Kristus di kayu salib adalah sebuah kebodohan, sebab apa yang bodoh bagi dunia, yaitu Kristus, telah dipilih Allah untuk mempermalukan hikmat dunia ini karena Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Bukankah apa yang dialami jemaat Korintus juga dialami oleh kita umat Tuhan masa kini? Terkadang, kita seperti orang Yunani yang mencari hikmat dunia ini dengan membiarkan diri kita terlena dengan ucapan-ucapan cerdas yang masuk akal, sedangkan injil terdengar sebagai suatu narasi yang mustahil sehingga tidak relevan dengan kita sampai akhirnya membuat kita frustrasi seperti orang Yahudi dengan meminta tanda kepada Tuhan agar meneguhkan iman kita kepada-Nya. Oleh karena itu, jika kita pernah mengalaminya, marilah saat ini juga kita merendahkan hati di hadapan Allah dengan mengizinkan Kristus mengusai hati dan pikiran kita, sehingga hikmat Allah nyata dalam hidup kita. [AP]