Seorang remaja baru saja belajar menari balet. Ia menari mengikuti irama yang diputar dari pengeras suara. Tetapi karena terlalu bersemangat, ia mulai bergerak lebih cepat dari irama musiknya. Gerakannya jadi kacau dan tidak harmonis. Melihat itu, sang pelatih berkata padanya, "Tenanglah. Dengar alunan musiknya, dan ikuti iramanya. Jangan buru-buru. Nikmati setiap gerakan." Begitu remaja itu melambat dan mulai mengikuti irama dengan benar, gerakannya menjadi indah dan harmonis.
Dalam perjalanan hidup ini, kita berjalan menuju masa depan, mengejar impian, dan menyusuri panggilan. Namun ini semua bukan hanya tentang tujuannya, tapi juga tentang irama langkah kita. Setiap orang berjalan dengan irama langkahnya masing-masing. Ada yang cepat-cepat, penuh ambisi seolah tak mau tertinggal. Ada yang cenderung lambat, penuh kehati-hatian seolah takut salah melangkah. Pemazmur menunjukkan bahwa yang terutama dalam hidup ini bukan soal cepat atau lambat, tetapi apakah irama langkah kita selaras dengan tuntunan Tuhan. Tak jarang kita memaksakan diri untuk mengejar sesuatu, merasa tertinggal bila tidak seperti orang-orang lainnya. Tapi Tuhan tidak memanggil kita untuk berlomba dengan dunia; Ia memanggil kita untuk berjalan bersama-Nya, dalam irama yang Ia tetapkan. Dalam Mazmur 37:23, dikatakan bahwa langkah orang benar ditetapkan oleh Tuhan. Artinya, setiap perjalanan masing-masing orang telah Tuhan rangkai dengan sempurna. Sekali pun perjalanan kita serasa "berjalan di tempat", atau bahkan kita harus berhenti sejenak karena terjatuh, kita tak akan terluka parah, karena Tuhan menopang tangan kita (ay. 24). Sementara dunia mengejar pencapaian secepat mungkin, hari ini kita diingatkan bahwa jalan hidup orang benar bukan ditentukan oleh ukuran dunia. Tuhan sendiri yang menegakkan langkah kita, menopang kita, dan mencukupkan di segala musim. Firman Tuhan meneguhkan bahwa keberhasilan sejati adalah hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Jadi, ketika kita merasa "tertinggal" dibanding orang lain, sebenarnya kita tidak sedang kalah; kita sedang berjalan dalam irama yang Tuhan tetapkanâirama yang pasti menuju tujuan kekal, selama kita menjaga hidup benar di hadapan-Nya. [FD, LS]