Awal tahun biasa diisi dengan resolusi, rencana, target, dan harapan baru. Tidak sedikit orang Kristen yang dengan tulus merindukan pertumbuhan rohani dari tahun-tahun sebelumnya. Namun seiring waktu berlalu, kerinduan itu belum juga terwujud dalam kehidupan nyata. Kerinduan tersebut baik adanya, sebab kehidupan Kristen memang tidak pernah dimaksudkan untuk stagnan. Namun inilah tantangannya, bahwa merindukan saja tidak cukup. Rasul Petrus mengingatkan bahwa pertumbuhan rohani bukan sesuatu yang otomatis, tetapi harus diusahakan dan benar-benar dijalani.
Sesuai dengan bacaan Alkitab hari ini, kita belajar bagaimana agar kita benar-benar mengalami pertumbuhan rohani. Petrus berkata, "Buanglah segala kejahatanâ€Â¦" (1Ptr. 2:1). Ini adalah keputusan sadar. Pertumbuhan dimulai dengan membersihkan hidup dari hal-hal yang menghambat pertumbuhan itu sendiri. Sering kali pertumbuhan terasa berat bukan karena kurang ke gereja, tetapi karena masih ada dosa, kepahitan, atau beban lainnya yang dipelihara. Awal tahun adalah waktu yang tepat untuk memikirkan hal-hal apa yang saja yang Tuhan ingin kita lepaskan. Selanjutnya Petrus mengibaratkan kita seperti bayi yang merindukan susu. Bayi tidak bisa berpura-pura kenyang, ia menangis sampai mendapatkan asupan yang ia perlu. Demikian juga pertumbuhan rohani tidak ditentukan oleh seberapa banyak Firman yang diberitakan, tetapi oleh seberapa haus dan laparnya hati kita akan Firman. Firman Tuhan manis dan menguatkan hanya bagi mereka yang sungguh merindukannya. Hal yang tidak kalah penting untuk diusahakan agar kita benar-benar mengalami pertumbuhan rohani adalah senantiasa menyadari kebaikan Tuhan. Petrus berkata, "Jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan" (ay. 3). Karenanya, kita pun harus selalu mengingat-ingat anugerah Tuhan yang sudah kita terima. Ketika kita selalu menyadarinya, kita akan lebih mudah taat karena Tuhan sudah terlebih dahulu baik bagi kita. Inilah ketaatan yang lahir dari rasa syukur, bukan dari rasa takut. Jadi, untuk mengalami pertumbuhan rohani, mari lepaskan segala beban yang menghambat, rindukan firman Tuhan, dan jangan pernah lupakan kebaikan-Nya. [JW]