DEMI KEMURAHAN ALLAH

Selasa,27 Januari 2026

BACAAN ALKITAB HARI INI

Roma 12:1

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Mazmur 63:3-4

RENUNGAN INSPIRASI

Penulis dan pembicara Jerry Bridges pernah diminta untuk berbicara tentang ketuhanan Yesus Kristus dalam sebuah konferensi. Ia paham bahwa "goals" dari khotbahnya adalah menantang setiap pendengar untuk tunduk pada ketuhanan Kristus dalam hidup mereka sehari-hari. Yang menarik, Bridges justru membuka khotbahnya dengan berbicara tentang kebaikan Allah selama kurang lebih 15-20 menit. Barulah kemudian ia berbicara tentang ketuhanan Kristus dalam hidup orang percaya. Bukan tanpa sebab ia menyusun khotbahnya demikian. Bridges yakin, ketundukan pada ketuhanan Yesus Kristus harus merupakan respons kita terhadap kasih dan kemurahan Allah.
Bukan hanya Bridges, Rasul Paulus telah terlebih dahulu menghimbau jemaat Roma agar mereka melakukan komitmen total: mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah; bukan demi tugas, bukan demi kewajiban, melainkan demi kemurahan Allah. Faktanya, kita selaku orang percaya memang berkewajiban untuk memegang titah-titah-Nya. Allah adalah Penguasa yang berdaulat, Ia memiliki otoritas untuk memerintah. Tetapi Allah tidak memotivasi ketaatan kita semata karena kedaulatan dan kekuasaan-Nya, tetapi atas dasar kemurahan-Nya kepada kita dalam Yesus Kristus. Ketika Allah mengerjakan belas kasih-Nya di dalam kita, dengan cara itulah kita dimampukan untuk mempersembahan diri kita kepada Allah sebagai suatu persembahan yang menyukakan hati-Nya. Seperti kata himnodis William Newell, "belas kasih Allah memiliki kuasa yang sanggup menyentuh kehendak kita untuk taat". Ketika kita benar-benar menyadari besarnya kasih Allah, kita tidak lagi bertanya "mengapa saya harus taat", tetapi "bagaimana mungkin saya tidak taat". Maka itu, jadilah orang yang sering merenungkan kemurahan hati Allah, seperti: kita telah diidentifikasi dengan Kristus; kita ditempatkan di bawah kasih karunia bukan hukum; Ia memberi Roh Kudus tinggal dalam diri kita; janji penyertaan dan pertolongan dalam segala penderitaan; dan masih banyak lainnya. Ingat, Tuhan tidak menginginkan pelayanan yang dikerjakan dengan tidak rela atau dengan hati yang enggan. Ia mau kita melakukan segala sesuatunya sebagai pelayanan kepada Allah dengan sukacita dan rasa senang. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Ketika saya melayani, apakah motivasinya berasal dari rasa syukur atas kemurahan Allah, atau sekadar kewajiban dan eksistensi diri?
2. Jika Allah begitu murah hati mengampuni dan menerima kita, apakah Anda masih mempertanyakan “mengapa saya harus taat”?

POKOK DOA

Tuhan, terima kasih Engkau lebih dahulu mengasihiku. Ajar aku taat kepada-Mu bukan karena tugas atau kewajiban, tetapi karena hatiku telah disentuh oleh kasih-Mu yang besar. Biarlah setiap langkah dan pelayananku menjadi ucapan syukur kepada-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Belajar untuk menjalani setiap detil hidup ini sebagai persembahan kepada Tuhan, karena kita sadar Tuhan telah begitu mengasihi kita dan bermurah hati kepada kita.

HIKMAT HARI INI

Ketika kita benar-benar menyadari besarnya kasih Allah, kita tidak lagi bertanya “mengapa harus taat”, tetapi “bagaimana bisa aku tidak taat”.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com