Melalui bacaan Alkitab hari ini, kita bukan hanya membaca berita sukacita tentang pembangunan kembali Bait Suci, tetapi juga teguran terhadap cara manusia menilai pekerjaan Tuhan. Firman Tuhan disampaikan di tengah realitas yang tidak mengesankan, dimana pembangunan Bait Suci berjalan lambat, sumber daya terbatas, dan juga peletakan fondasi yang tidak sebanding dengan Bait Suci yang dibangun jaman Salomo. Di mata manusia, apa yang dikerjakan Zerubabel tampak kecil dan biasa-biasa saja. Namun di sinilah Tuhan berfirman, "Siapa yang berani meremehkan hari-hari yang kecil? Sebab ketujuh mata TUHAN yang menjelajah seluruh bumi akan bersukacita ketika melihat batu penjuru yang terpilih itu berada di tangan Zerubabel." (Zak. 4:10 NIV).
Alkitab memberi tahu adanya hari yang dipenuhi peristiwa-peristiwa kecil. Pembangunan Bait Suci oleh Zerubabel bahkan sempat tersendat belasan tahun. Namun di sinilah kita diajar untuk tidak memandang remeh hari-hari biasa. Mata Tuhan melihat seluruh proses. Ia berkenan bukan hanya pada hasil, tetapi juga pada kesetiaan dan ketaatan hari demi hari–sekecil apa pun bentuknya. Tuhan bisa saja menyelesaikan pembangunan secara ajaib, tapi bagi Tuhan, pekerjaan-Nya di dalam diri Zerubabel tak kalah penting dengan pekerjaan-Nya melalui Zerubabel (Zak. 4:6). Begitu pun dalam diri dan kehidupan kita, Tuhan bekerja melalui peristiwa-peristiwa kecil untuk membentuk dan mempersiapkan kita. Ia memberi keberhasilan atas perbuatan-perbuatan kecil kita, Ia mendidik kita melalui hal-hal kecil untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang lebih besar. Sesuatu yang besar tidak pernah dimulai secara tiba-tiba, ia berakar pada hal-hal kecil yang dilakukan dengan setia. Jadi, jangan pernah remehkan peristiwa-peristiwa kecil dalam keseharian kita. Lakukanlah setiap tanggung jawab dengan setia, hidupi ketaatan dalam hal-hal sederhana yang kelihatannya tidak signifikan bahkan tak dilihat orang, dan percayalah bahwa mata Tuhan melihat dan disenangkan atas setiap langkah kecil iman kita. [LS]