THE BLIND MENTALITY

Senin,23 Maret 2026

BACAAN ALKITAB HARI INI

Yohanes 9:1-41

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Yohanes 9:33

RENUNGAN INSPIRASI

Cobalah tutup mata Anda selama beberapa menit dan berjalanlah. Apa yang Anda rasakan? Begitulah kehidupan seorang yang buta sejak lahir dalam Yohanes 9. Ia hidup dalam dunia tanpa cahaya, tanpa warna, dan seakan tanpa arah. Namun di tengah keterbatasannya itu, ia mengalami perjumpaan dengan Yesus.
Banyak orang terkagum pada mukjizat yang Yesus lakukan. Namun Yohanes 9 bukan hanya kisah kesembuhan fisik, melainkan perjalanan iman seorang buta dengan mentalitas yang luar biasa dan patut kita teladani. Pertama, ia taat. Ketika Yesus menyuruhnya membasuh diri di kolam Siloam, ia tidak berdebat atau mempertanyakan motede yang tampak aneh itu. Ia pergi. Ketaatannya mendahului mukjizatnya. Kedua, ia berani bersaksi. Saat diinterogasi oleh orang-orang Farisi yang memiliki otoritas religius dan kuasa sosial, ia tidak mundur. Ia memang tidak terdidik dalam Taurat, tetapi ia memiliki satu hal yang tak terbantahkan: pengalaman pribadi bersama Yesus. Iman tidak selalu dimulai dengan pemahaman yang lengkap, tetapi dari perjumpaan yang nyata dan kesaksian yang jujur. Ketiga, imannya bertumbuh. Awalnya ia menyebut Yesus "orang yang disebut Yesus" (ay.11), lalu "nabi" (ay.17), kemudian "datang dari Allah" (ay.33), hingga akhirnya ia berkata, "Aku percaya, Tuhan", dan ia pun menyembah Yesus (ay.38). Kesembuhan fisiknya menjadi awal perjalanan pengenalan akan Tuhan yang semakin dalam. Ironisnya, yang benar-benar buta dalam pasal ini bukanlah dia, melainkan orang-orang Farisi yang merasa "melihat". Mereka memiliki pengetahuan Taurat, tetapi hati mereka tertutup bagi Terang itu sendiri. Kisah ini mengajak kita untuk melakukan refleksi sejenak, apakah kita sadar akan kebutuhan kita akan Tuhan, atau justru merasa hebat dan bisa hidup dengan kekuatan sendiri? Kebutaan rohani tidak selalu terlihat jelas. Ia sering tersembunyi dalam rasa tahu, kesombongan, dan hati yang tidak mau diajar. Kiranya kita memiliki mentalitas seperti orang yang dahulu buta itu. Ia tetap taat meski belum mengerti sepenuhnya, berani bersaksi meski diejek, dan terus bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus. Sebab terang sejati hanya dapat dilihat oleh hati yang mau mengakui kebutuhannya. [JW]

REFLEKSI DIRI

1. Apakah selama ini Anda menyadari bahwa Anda tidak bisa hidup tanpa Tuhan dan membutuhkan Terang-Nya?
2. Apakah pengenalan Anda akan Tuhan semakin bertumbuh? Apa cirinya?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, ampuni aku yang selama ini merasa sudah mengerti segala sesuatu hingga tak sadar aku tidak lagi bergantung pada-Mu. Terima kasih telah mengingatkan aku kembali tentang cara hidup dan mentalitas yang benar di dalam Engkau. Aku mau terus mengandalkan Engkau setiap hari. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Milikilah mentalitas seperti orang buta, yang taat walau tidak mengerti sepenuhnya, berani bersaksi walaupun tekanan sosial sangat tinggi, dan bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan seiring waktu.

HIKMAT HARI INI

Kebutaan rohani terjadi saat kita terlalu sombong dan menutup hati untuk mengenal Tuhan lebih lagi.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com