THE DAY BETWEEN THE CROSS AND THE CROWN

Sabtu,04 April 2026

BACAAN ALKITAB HARI INI

Lukas 24:21; Habakuk 2:3

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Mazmur 37:7a

RENUNGAN INSPIRASI

Setelah Yesus mati di kayu salib, dunia para murid seakan runtuh. Tiga tahun mereka mengikut Dia dengan penuh harapan. Mereka meninggalkan pekerjaan, keluarga, dan kehidupan lama karena percaya Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Mereka melihat banyak mukjizat dan mendengar pengajaran yang penuh kuasa. Namun semuanya tampak berakhir dalam satu hari. Yesus disalibkan, mati, dan dibaringkan dalam kubur. Setelah itu, hari itu tampak sunyi dan mengecewakan. Tidak ada mukjizat. Tidak ada khotbah di bukit. Tidak ada orang sakit disembuhkan. Para murid bersembunyi dalam ketakutan, kebingungan, dan keputusasaan (Yoh. 20:19; Mark. 14:50; Luk. 24:21). Di antara peristiwa salib dan kebangkitan, itulah satu hari kelabu seolah Tuhan tidak melakukan apapun. Kata mereka, "Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel." (Luk. 24:21). Mereka tidak sadar bahwa kematian yang mereka lihat akan berubah menjadi kemenangan terbesar dalam sejarah.
Kita pun pernah mengalami musim seperti ini dalam kehidupan iman kita. Ada masa dimana doa seakan tidak dijawab, dan kita tidak melihat arah yang jelas. Hati kecil kita mungkin bertanya "mengapa Allah tidak turun tangan?" Namun Alkitab mengingatkan bahwa ketika kita belum melihat apa-apa, bukan berarti Allah tidak bekerja. Rencana-Nya hanya belum dinyatakan pada waktunya. Nabi Habakuk menuliskan sebuah pengharapan bagi orang percaya, "Tetapi segala hal yang telah Kurencanakan ini tidak akan terjadi dengan segera. Meskipun demikian, pasti saat penggenapan penglihatan itu akan tiba. Jika tampaknya lambat, janganlah putus asa, karena semua itu pasti akan terjadi. Bersabarlah! Semua itu tidak akan terlambat barang sehari pun!" (Hab 2:3 FAYH). Di tengah keadaan yang sulit dan membingungkan, Allah menjawab bahwa rencana-Nya memiliki waktunya sendiri. Bahkan ketika umat-Nya tidak memahami apa yang sedang terjadi, tangan-Nya tetap bekerja di balik layar. Allah turut bekerja bukan hanya dalam keberhasilan atau dalam jawaban doa yang cepat, tetapi juga dalam musim kebingungan, penantian, dan kesunyian. Karena itu, senada dengan Habakuk, Pemazmur menasihati kita, "Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia" (Maz. 37:7). Ketika Tuhan terasa diam, bisa jadi kita sedang berada di antara "the cross and the crown", ketika Allah bekerja secara tersembunyi untuk menggenapi rencana-Nya dan memimpin umat-Nya sesuai kehendak-Nya. Tugas kita ialah menantikan Tuhan â bukan dengan hati yang putus asa, tetapi dengan iman yang teguh, dengan tetap berdoa, tetap percaya pada firman-Nya, dan tetap setia menjalani panggilan yang Ia berikan hari demi hari. Karena pada waktu-Nya, apa yang sekarang tampak seperti penantian akan dinyatakan sebagai bagian dari karya Allah yang sempurna. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Ketika membaca perkataan para murid dalam Lukas 24:21, pernahkah Anda merasakan hal yang sama—harapan yang seakan berubah menjadi kekecewaan?
2. Mengapa Tuhan kadang mengizinkan kita melewati masa penantian dan keheningan?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, di saat keheningan dan kesunyian, aku percaya Engkau tetap bekerja. Aku mau tetap percaya pada rencana dan waktu-Mu yang terbaik. Aku tahu Roh Kudus terus menguatkanku di masa-masa ini. Terima kasih Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Jika Anda sedang berada di antara “the cross and the crown”, berdiam dirilah di hadapan Tuhan dan nantikan Dia. Bukan dengan hati yang putus asa, tetapi dengan iman yang teguh. Kita menantikan Tuhan dengan tetap berdoa, tetap percaya pada firman-Nya, dan tetap setia menjalani panggilan yang Ia berikan hari demi hari.

HIKMAT HARI INI

Banyak orang tidak sabar menantikan Tuhan, mereka lebih senang mencari jalannya sendiri.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com