Pengalaman pahit seperti kata-kata yang melukai, pengkhianatan, atau kehilangan orang terkasih dapat menorehkan luka di hati. Tanpa sadar, luka itu bisa terasa begitu besar hingga perlahan mengaburkan karya kasih Yesus di atas kayu salib. Bukan karena pengorbanan-Nya kurang berarti, tetapi karena rasa sakit kita terasa begitu dekat dan kuat sampai menguasai hati kita. Mungkin kita berkata, "Tuhan, luka ini terlalu dalam." Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa Yesus ditikam, diremukkan, dan menanggung hukuman supaya kita memperoleh keselamatan, dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh. Yesus tidak memandang penderitaan kita dari jauh. Ia masuk ke dalam realitas penderitaan itu sendiri. Ia mengalami penolakan, kesepian, penghinaan, pengkhianatan, bahkan kematian. Semua itu jalan yang Ia pilih dengan sadar untuk menanggung dosa kita dan membuka jalan pemulihan bagi hidup kita, supaya tidak ada satu pun luka dalam hidup kita yang asing bagi-Nya.
Salib Kristus adalah bukti nyata kasih Allah yang sanggup menjangkau luka terdalam sekalipun. Karena itu, ketika luka batin terasa terlalu rumit untuk dipulihkan dan bekasnya terlalu dalam, perhatikan perkataan Yesus pada malam Perjamuan Terakhir: "Ingatlah akan Aku." Kita diingatkan untuk kembali memandang salib, tempat di mana seluruh luka dan penderitaan kita telah Ia tanggung melalui kematian-Nya. Derita kita tidak lebih dalam dari pengorbanan-Nya, dan luka kita tidak lebih kuat dari kuasa pemulihan-Nya. Di atas salib, Yesus bukan hanya menebus dosa kita, tetapi juga menyediakan jalan pemulihan bagi hati yang hancur. Salib mengingatkan bahwa kita tidak memikul luka sendirian. Inilah juga makna kemenangan yang kita rayakan dalam "Victory Weekend", ketika kita membawa luka dan beban hidup kita kepada salib Kristus, kita tidak pulang dengan beban yang sama. Kuasa salib sanggup melepaskan, memulihkan, dan memimpin kita hidup dalam kebebasan yang baru. Karena itu, jangan biarkan luka atau penderitaan membuat karya penebusan Kristus kehilangan makna dalam hidup kita. Ingatlah selalu akan Dia. [RS]