Pernahkah Anda melakukan suatu pekerjaan dengan sangat baik? Anda dipromosikan, dan orang-orang mulai memuji Anda. Mungkin usaha Anda berkembang, pelayanan Anda berhasil, dan reputasi Anda semakin dikenal. Ada rasa puas yang wajar. Ada kebanggaan yang terasa pantas. Tidak ada yang salah dengan melakukan sesuatu secara maksimal dan melihat serta menikmati hasilnya. Yang salah adalah ketika kita mulai menggeser fokus hati kita karena keberhasilan tersebut.
Di dalam bacaan Alkitab hari ini, Musa menyampaikan pesan Tuhan kepada bangsa Israel yang akan segera memasuki Tanah Perjanjian. Mereka tidak akan lagi hidup sebagai pengembara di padang gurun. Mereka akan tinggal di negeri yang berlimpah air, gandum, anggur, minyak, dan madu. Mereka akan membangun rumah yang baik dan makan sampai kenyang. Tetapi justru sebelum mereka menikmati semua itu, Tuhan memberi peringatan yang serius, yaitu jangan sampai mereka menjadi tinggi hati dan melupakan Tuhan. Keberhasilan bisa mengubah cara kita memandang diri sendiri. Saat segala sesuatu berjalan baik, kita mulai menarasikan ulang kisah hidup kita. Kita berkata dalam hati, "Semua ini karena kerja kerasku. Aku tangguh dan strategiku tepat." Ulangan 8:17 menggambarkan kalimat berbahaya itu demikian: "Kekuasaanku dan kekuatan tanganku sendirilah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini." Ketika berada di puncak, kita rentan menilai kisah hidup kita sebagai pencapaian pribadi dan hak milik. Kita menikmati hasil, tetapi mulai melupakan proses dan Pribadi yang memimpin proses tersebut. Tuhan dengan tegas mengingatkan, "Dialah yang memberi kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan." Bahkan kemampuan untuk berhasil pun bukan berasal dari diri kita sendiri. Talenta, kesempatan, kesehatan, relasi, waktu yang tepat—semuanya adalah anugerah yang sering kita lupakan. Karena itu, di dalam musim apapun Anda berada, jangan pernah lengah! Saat Anda berada di puncak, latih diri untuk secara sadar mengingat dari mana semuanya berasal. Jangan hanya merayakan hasilnya, tetapi ingat juga prosesnya, yaitu masa-masa ketika Anda tidak tahu bagaimana semuanya akan terjadi, ketika pintu belum terbuka, ketika kekuatan terasa terbatas. Kesadaran itu menjaga hati tetap rendah. Ulangan 8 mengajarkan bahwa kelimpahan adalah berkat, tetapi hati yang rendah adalah perlindungan. Jika hari ini Anda sedang berada di puncak, bersyukurlah. Nikmati buah kerja keras Anda. Tetapi pada saat yang sama, jagalah hati Anda sungguh-sungguh. Tetap jadikan Tuhan sebagai pusat dalam cerita keberhasilan Anda. [LS]