Pertumbuhan sejati dalam hidup orang percaya bukan hanya terlihat dari kedekatan kita dengan Tuhan, tetapi juga dari cara kita membangun dan memelihara hubungan dengan sesama. Semakin kita bertumbuh secara rohani, seharusnya semakin sehat pula relasi yang kita miliki. Sebab, kedewasaan iman akan tercermin dari cara kita merespons, bersikap, dan memperlakukan orang lain, terutama ketika diperhadapkan dengan perbedaan dan masalah yang membuat kita saling terluka.
Memang, dalam hubungan-hubungan ada kalanya kita tersakiti. Reaksi yang paling umum biasanya adalah dengan melawan, membalas, dan berusaha mencari pembenaran diri. Rasa terluka selalu membangkitkan ego kita. Namun sadarkah kita bahwa retaknya sebuah hubungan juga selalu disebabkan oleh ego dalam diri kita. Ego membuat kita ingin dimengerti, didengar, dibenarkan, namun lupa bahwa orang lain pun memiliki hati yang ingin dipahami. Karena itulah kita membutuhkan tuntunan firman Tuhan untuk menata ulang hati dan sikap kita dalam membangun relasi yang baik. Firman Tuhan mengatakan kepada kita, "Hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga." (Fil. 2:3-4). Dari kebenaran ini kita dapati bahwa kasih selalu menuntun kita untuk melepaskan kepentingan diri demi mengutamakan orang lain. Relasi tak akan pernah terpelihara jika kita terus sibuk membuktikan bahwa kitalah yang benar. Jika ego mendorong kita untuk membela diri, mempertahankan posisi, dan memenangkan argumen, namun kasih mengajak kita berhenti sejenak, menenangkan hati, dan memilih untuk mendengar dan memahami orang lain. Cobalah untuk melihat dari sudut pandang mereka dan kita akan mulai paham bahwa setiap orang membawa cerita dan pergumulan yang tak selalu terlihat. Hari ini, bila kita memiliki hubungan yang mulai rusak, datanglah kepada Tuhan dengan hati yang mau dibentuk, tanggalkan keinginan untuk selalu menang dan belajar memahami sesama, supaya kasih-Nya nyata melalui sikap kita. [RS]