BAGAIMANA ANDA MEMANDANG SALIB KRISTUS?

Sabtu,25 April 2026

BACAAN ALKITAB HARI INI

1 Korintus 1:17-21

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

1 Korintus 1:18

RENUNGAN INSPIRASI

Di tengah dunia yang memuja kekuatan, keberhasilan, dan kecerdasan manusia, salib tampak seperti sebuah ironi besar. Secara logika dunia, keselamatan biasanya datang melalui kekuatan militer, hikmat filsafat, atau pencapaian moral. Namun inti iman Kristen justru adalah Yesus Kristus yang mati di kayu salib—sebuah kematian yang pada zamannya dianggap paling memalukan dan hina. Tidak heran jika Paulus berkata bahwa pemberitaan tentang salib adalah kebodohan bagi mereka yang binasa (1 Kor. 1:18).
Pada ayat sebelumnya, Paulus menyatakan bahwa salib Kristus dapat menjadi sia-sia apabila diberitakan dengan hikmat perkataan manusia (1 Kor. 1:17). Kemudian Paulus menunjukkan mengapa hal ini terjadi: sebab pada dasarnya, ada dua cara manusia memandang salib. Bagi mereka yang sedang menuju kebinasaan, salib tampak tidak masuk akal. Bagaimana mungkin keselamatan datang melalui kematian seorang yang disalibkan? Dalam cara pikir dunia, kekalahan tidak mungkin menghasilkan kemenangan, kelemahan tidak mungkin membawa keselamatan, dan penderitaan tidak mungkin menjadi jalan kemuliaan. Karena itu salib dianggap kebodohan. Namun bagi mereka yang diselamatkan, salib adalah tempat kuasa Allah dinyatakan. Apa yang tampak sebagai kelemahan ternyata adalah jalan kemenangan. Apa yang terlihat sebagai kehinaan ternyata adalah tempat Allah menyatakan kasih dan keadilan-Nya sekaligus. Di atas salib, dosa dihukum dengan serius, tetapi pada saat yang sama, kasih Allah dinyatakan secara sempurna. Jadi, kematian Kristus merupakan karya penebusan yang Allah rancang sejak semula. Perbedaan cara pandang ini bukan sekadar soal sudut pandang intelektual, tetapi soal kondisi hati. Tanpa pekerjaan Allah dalam hati manusia, salib akan selalu tampak seperti kebodohan. Tetapi ketika Allah membuka mata rohani seseorang, ia justru melihat bahwa melalui salib-lah hikmat dan kuat kuasa Allah dinyatakan paling jelas. Karena itu, pesan salib bukan sekadar informasi yang harus dipahami dengan akal, tetapi terang yang harus dinyatakan oleh Allah sendiri. Tanpa anugerah-Nya, manusia akan terus memandang salib sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Dan sebagai orang yang telah diselamatkan, karya salib harus selalu kita hayati dalam hati. Kiranya Roh Kudus terus membuka mata hati kita, supaya kita semakin melihat kemuliaan salib dan merendahkan hikmat kita sendiri di bawah hikmat Allah yang dinyatakan di dalam Kristus. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Bagaimana Anda memandang salib? Sebagai beban seolah iman Kristen itu menyusahkan dan penuh kewajiban? Sebagai sekadar simbol? Atau sumber kekuatan dalam hidup?
2. Apakah Anda cenderung mengandalkan kemampuan manusia atau mempercayakan hidup Anda sepenuhnya pada hikmat Allah?

POKOK DOA

Tuhan, ajar aku untuk tidak mengandalkan hikmatku sendiri, tetapi mempercayai hikmat-Mu yang dinyatakan melalui salib Kristus. Bentuk hatiku agar melihat salib sebagai kekuatan keselamatan-Mu dalam hidupku. Tolong aku hidup setiap hari dengan iman kepadaMu. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Sebagai orang yang telah diselamatkan, karya salib harus selalu kita hayati dalam hati. Kiranya Roh Kudus terus membuka mata hati kita, supaya kita semakin melihat kemuliaan salib dan merendahkan hikmat kita sendiri di bawah hikmat Allah yang dinyatakan di dalam Kristus.

HIKMAT HARI INI

Hikmat manusia berusaha menjelaskan Allah, tetapi hanya melalui salib manusia benar-benar mengenal-Nya.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com