KEEP YOUR EARS OPEN

Senin,27 April 2026

BACAAN ALKITAB HARI INI

Amsal 1:20-27

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Amsal 1:23

RENUNGAN INSPIRASI

Pada malam 14 April 1912, dua operator radio kapal berbicara melalui kode Morse di tengah samudra Atlantik. Yang satu adalah Cyril Evans dari kapal SS Californian. Yang lain adalah Jack Phillips dari RMS Titanic. Evans mengirim pesan peringatan. Kapalnya berhenti karena lautan dipenuhi bongkahan es. Ia tahu kapal-kapal lain harus berhati-hati. Melalui radio, ia mengirim pesan: "Titanic, kami terhenti oleh es. Banyak es di sekitar kami." Namun Phillips sedang sibuk mengirim pesan penumpang Titanic ke darat dan merasa terganggu oleh sinyal Evans. Karena kesal, Phillips menjawab singkat: "Diam. Aku sibuk." Sekitar 40 menit setelah radio Californian dimatikan, Titanic menabrak gunung es dalam peristiwa yang dikenal sebagai Sinking of the RMS Titanic. Peringatan sebenarnya sudah ada, tetapi tidak didengar.
Benarlah yang dikatakan penulis Amsal, bahwa hikmat berseru nyaring dimana-mana memperdengarkan suaranya (Ams. 1:20). Masalahnya sering kali bukan karena tidak ada suara peringatan, melainkan karena tidak ada yang mau mendengar. Hikmat memanggil orang-orang yang lalai, yang mengejek, dan yang menolak pengetahuan. Namun berkali-kali mereka menolak mendengar. Akibatnya, malapetaka datang seperti badai dan kesusahan menimpa. Amsal ini juga mengingatkan kita bahwa sering kali peringatan Tuhan sebenarnya sudah jelas. Firman-Nya sudah disampaikan. Teguran sudah diberikan. Tetapi seberapa sering kita memilih untuk mengabaikannya, sampai akhirnya konsekuensi datang. Karena itu, hikmat bukan sekadar mengetahui yang benar, tetapi mau dengar-dengaran ketika suara itu datang. Jangan sampai badai dan kesusahan tiba, baru kita kelabakan mencari arah. Secara praktis, hikmat juga menuntut kepekaan rohani yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Kita belajar diam dan berhenti sejenak setiap hari untuk kembali kepada firman Tuhan sebagai sumber hikmat. Di dalam doa, kita berbicara dan juga mendengar Tuhan. Kita memohon Roh Kudus mengoreksi hati kita, mengingatkan kita, dan menuntun langkah-langkah kita. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Hikmat apa yang pernah Anda abaikan?
2. Bagaimana seharusnya sikap kita terhadap “hikmat yang berseru nyaring”?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, ampuni aku yang lalai dan tidak mau memperhatikan hikmat-Mu. Kiranya Roh Kudus menolongku untuk menjadi orang yang dengar-dengaran terhadap nasihat, teguran, dan peringatan firman. Dalam nama Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Perhatikan dan dengar-dengaran terhadap Firman Tuhan. Jangan abaikan nasihat, teguran, dan peringatan.

HIKMAT HARI INI

Sering kali peringatan sudah disampaikan, tapi orang bebal tak mau mendengar.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com