KRISTUS MENGASIHI SAMPAI KESUDAHANNYA

Sabtu,16 Mei 2026

BACAAN ALKITAB HARI INI

Yohanes 13:1-5

AYAT HAFALAN

Yohanes 13:1

RENUNGAN INSPIRASI

RENUNGAN INSPIRASI
Tuhan mempertemukan kita dengan banyak orang, dan melalui mereka kita mengenal berbagai macam wujud kasih. Ada yang menyentuh hati kita dengan hadir dan mendengarkan, ada yang menuntun kita dengan kehangatan. Masing-masing memegang keindahannya tersendiri. Namun, melalui banyak perjumpaan, kita juga melihat bahwa ada waktunya kasih terasa dingin, bahkan tak berkelanjutan. Ketulusannya goyah oleh keadaan, kondisi hati, dan banyak hal yang melemahkan. Di sinilah kita diingatkan bahwa sekalipun kasih dari sesama nyata dirasakan, tapi tetap tidak sempurna—terkadang dapat bersifat setengah hati dan tidak abadi. Kita berhenti mengasihi setelah mendengar kelamnya masa lalu seseorang; saat diperlakukan tidak sesuai harapan; atau saat kenyamanan kita dipertaruhkan. Kenyataan ini tidak dimaksudkan untuk membuat kita putus asa dengan kasih sesama, melainkan menolong kita melihat bahwa manusia tidak pernah dimaksudkan menjadi sumber kasih yang utama. Kita tetap membutuhkan Pribadi yang menjadi dasar dan kepenuhan kasih itu sendiri.
Syukur kepada Allah, kita diizinkan berjumpa dengan kasih yang sejati, yaitu Pribadi Tuhan Yesus, Sang Sumber kasih. Alkitab menuliskan, kasih Tuhan dinyatakan sampai kesudahan. Kata "kesudahan" berasal dari bahasa Yunani "telos", yang menggambarkan kasih yang tidak henti-henti dan tidak setengah-setengah. Kasih-Nya utuh dan radikal. Sekali pun tak terbalaskan, Ia telah terlebih dahulu siap untuk mengasihi, bahkan di tengah pengkhianatan yang dilakukan oleh orang terdekat-Nya. Ini tidak hanya merujuk pada Yudas dan Petrus di masa itu, tapi juga bagi masing-masing kita yang seringkali menjauh dari-Nya. Kita yang pernah mengalami kasih-Nya, namun perlahan menjadi dingin dan acuh. Namun bahkan di titik itu kasih-Nya tidak pernah undur, Ia tetap tinggal, menanti, dan memulihkan kita. Kasih-Nya tidak berhenti di puncak pengorbanan, tetapi terus mengalir sampai kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga, bahkan hingga detik ini. Kasih itu masih menjangkau, memulihkan, dan membentuk hidup kita hari ini—bukan sekadar untuk kita nikmati, tetapi untuk kita hidupi. Maka dari itu, marilah kita mendekat kepada Tuhan yang akan memampukan kita untuk mengasihi—bukan hanya ketika dihargai, tetapi juga ketika dipandang sebelah mata; bukan hanya ketika dimengerti, tetapi juga ketika disalahpahami. Kiranya kasih Tuhan terus memenuhi kita dan mengalir kepada sesama. [SR]

REFLEKSI DIRI

1. Dalam situasi apa Anda paling sering “berhenti mengasihi�?
2. Bagian mana dari hidup Anda yang masih mengasihi “setengah hati�, dan apa yang menghalangi Anda untuk menyerahkan area ini kepada Tuhan agar dipulihkan dan dipenuhi oleh kasih-Nya?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih-Mu yang utuh dan tidak berhenti karena keadaanku. Ajarilah aku untuk terus menghargai kasih-Mu dan menghidupinya kepada orang-orang di sekitarku. Biarlah kasih yang berasal dari pada-Mu saja yang terpancar dalam hidup ini. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Jujur mengakui keterbatasan di hadapan Tuhan dan mengarahkan hati kepada-Nya agar dapat mengasihi tanpa bergantung pada situasi dan kondisi.

HIKMAT HARI INI

Kasih yang utuh dan tidak setengah hati bergantung pada Sumber Kasih, yaitu Tuhan Yesus.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com