Penulis Ibrani menganalogikan kehidupan kita sebagai perlombaan lari. Ini bukanlah perlombaan singkat, melainkan perjalanan panjang yang menuntut ketekunan, kesetiaan, dan daya tahan. Dikatakan bahwa kita tidak berlari sendirian. Ada banyak saksi bagaikan awan yang mengelilingi, yaitu para tokoh iman yang telah lebih dulu menempuh perlombaan ini dan mencapai garis akhir. Hidup mereka adalah bukti bahwa perlombaan iman ini dapat diselesaikan dan bahwa hidup kita pun sedang dipertontonkan.
Layaknya pelari, kita harus berlomba dengan serius. Dalam pertandingan atletik Yunani kuno, para pelari menanggalkan segala yang melekat pada tubuh mereka agar dapat berlari tanpa hambatan. Pun dengan kita yang harus menanggalkan segala beban dan dosa. Menanggalkan tidak sama dengan mengurangi, kita harus menyingkirkan semua beban dan dosa secara total. Perhatikan, sering kali hal-hal yang tampak baik bisa berubah menjadi beban. Obsesi terhadap pekerjaan, banyaknya harta, ambisi, bahkan hobi, bisa jadi beban yang memperberat langkah kita. Tanpa sadar, kita menjadi lelah sebelum mencapai tujuan. Selain beban, dosa juga merintangi langkah kita. Kesombongan yang halus, iri hati yang disimpan diam-diam, hawa nafsu, keserakahan, keegoisan, dan dosa-dosa yang kita anggap sepele. Semua itu tak selalu menjatuhkan kita dalam sekali langkah, tetapi memperberat langkah, membuat kita tersandung, dan akhirnya jatuh berulang kali. Kita harus secara sadar melepaskan apa yang tak pernah Tuhan minta untuk kita pikul, sebab hal ini akan menentukan laju langkah kita. Jika pandangan kita hanya terus tertuju pada masalah, kegagalan masa lalu, luka yang belum sembuh, perbandingan dengan orang lain, dan berbagai macam dosa yang masih mengikat kita, maka kita akan goyah dan kehilangan arah. Itu sebabnya mata kita harus selalu tertuju kepada Yesus. Inilah yang akan menjadi kekuatan untuk kita dapat terus melangkah, bahkan ketika jalan itu terasa panjang dan melelahkan. Mulai hari ini, pastikan kita tak lagi dibebani oleh beban dan dosa, namun menatap Yesus sebagai tujuan hidup sampai garis akhir kehidupan ini. [RS]