Jurnal akademik Behavioral Sleep Medicine mengungkap bahwa yang paling mengganggu tidur seseorang bukan hanya "overthinking" di siang hari, tetapi juga "nighttime worry" (kekhawatiran malam hari), yang membuat pikiran terus aktif saat seseorang seharusnya tidur. Satu tanda utamanya adalah ruminasi, yaitu terus memikirkan berbagai macam hal secara berulang-ulang, tanpa menemukan titik akhir (solusi) yang jelas. Ada dua objek ruminasi. Pertama, masa lalu, yaitu saat seseorang terus merenungkan atau menyesali peristiwa, kesalahan, dan hal-hal yang sudah terjadi. Kedua, masa depan, yaitu saat seseorang terus memikirkan berbagai macam kemungkinan (what ifs) yang belum tentu terjadi, seperti "bagaimana jika keputusanku salahâ€Â¦", "bagaimana jika penyakitku memburukâ€Â¦", "bagaimana jika orang tuaku meninggalâ€Â¦", "bagaimana jika aku tidak menemukan pasangan hidupâ€Â¦". Ironisnya, objek kedua inilah yang paling banyak dialami orang-orang di kota besar.
Tuhan memahami bahwa kita bisa saja terjebak ruminasi. Karena itu, perhatikanlah saat Rasul Paulus berkata, "Be anxious for nothing". Ini adalah kalimat perintah, bukan pilihan. Kekhawatiran yang membuat pikiran kita terus memutar segala macam kemungkinan, ibarat ikut campur ke dalam ranah yang hanya milik Tuhan. Kita tentu harus memikirkan masa depan, tapi jangan sampai terjebak ruminasi. Karena itu, jalan keluar untuk kekhawatiran kita adalah dengan membawa pikiran tersebut ke dalam doa dan permohonan. Jangan biarkan pikiran kita terus berputar mempertanyakan "what if", bawalah itu kepada Tuhan. Paulus berkata bahwa segala sesuatu adalah pokok doa yang tepat. Tidak ada satu pun bidang kehidupan kita yang tidak menjadi perhatian Allah. Jika doa adalah kata yang lebih luas mengenai segala bentuk komunikasi kita dengan Tuhan, permohonan merupakan permintaan secara langsung kepada Tuhan. Tuhan tentu tahu segala hal termasuk permintaan dalam hati kita, tetapi Ia mengajar kita untuk berani menyatakan dan mengutarakannya sebagai bentuk ketergantungan, penyerahan, dan kepercayaan kepada-Nya. Dan ketika kita berdoa, jangan lupa untuk selalu mengucap syukur kepada Tuhan untuk segala keberadaan kita saat ini. Di dalam doa kita, ingat juga betapa banyak yang telah Tuhan perbuat dalam hidup kita. Jika kekhawatiran membuatmu terus memikirkan segala kemungkinan buruk; ucapan syukur mengingatkanmu bahwa Tuhan telah melakukan banyak kebaikan dan Ia setia. Tidak semua pertanyaan dalam hidup harus terjawab, dan pikiran yang diserahkan kepada Tuhan tetap dapat beristirahat malam ini. [LS]