Bayangkan Anda sedang menjalani proses persidangan yang panjang atas sebuah perkara. Sidang vonis pun tiba. Semua mata tertuju pada hakim yang akan menentukan nasib Anda. Dalam hitungan detik, Anda akan mengetahui apakah masa depan Anda akan dijalani dalam kebebasan atau di balik jeruji besi. Tidak ada putusan yang lebih melegakan daripada mendengar hakim menyatakan, "Terdakwa dibebaskan". Seketika itu juga, status Anda berubah. Anda tidak lagi hidup sebagai seorang terdakwa, melainkan sebagai seorang yang telah dibebaskan. Kabar baiknya, apa yang baru saja Anda bayangkan, benar-benar terjadi bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Dosa membuat kita berada di bawah penghukuman yang adil, sebab Allah adalah Hakim yang kudus (Rm. 3:23; 6:23). Melalui Yesus Kristus, hukuman yang seharusnya kita tanggung telah ditimpakan kepada-Nya. Itu sebabnya Paulus dapat berkata, "Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus." (Rm. 8:1). Perhatikan, saat Paulus menyatakan "tidak ada penghukuman" (Y. ouden katakrima), Paulus sedang menegaskan bahwa status dan kedudukan kita di hadapan Allah telah berubah. Kita tidak lagi berdiri sebagai terdakwa yang menunggu vonis, melainkan sebagai orang yang telah dibenarkan oleh anugerah-Nya. Paulus menjelaskan bahwa apa yang tidak dapat dilakukan hukum Taurat karena kelemahan manusia telah Allah kerjakan melalui Anak-Nya sendiri (ay. 3). Yesus datang dalam keserupaan dengan manusia yang berdosa dan mempersembahkan diri-Nya sebagai korban penghapus dosa. Di kayu salib, hukuman yang seharusnya kita tanggung ditimpakan kepada-Nya. Dengan demikian, tuntutan keadilan Allah telah dipenuhi, sehingga setiap orang yang ada di dalam Kristus tidak lagi berada di bawah penghukuman. Inilah fondasi kehidupan Kristen. Kita taat bukan supaya diterima Allah; kita taat karena kita sudah diterima di dalam Kristus. Kita melayani bukan untuk melunasi utang dosa; kita melayani karena Kristus telah melunasi utang itu sepenuhnya. Ketika Iblis menuduh kita dengan mengingatkan dosa-dosa masa lalu, ingatlah bahwa hukuman atas dosa-dosa itu telah ditanggung oleh Juruselamat kita. Karena itu, berhentilah hidup sebagai seorang terdakwa. Berdirilah sebagai anak Allah yang telah dibenarkan, dan biarlah kepastian akan kasih karunia-Nya memberi Anda keberanian untuk hidup dalam kekudusan, sukacita, dan ucapan syukur setiap hari. [LS]