Pernahkah Anda terluka karena hak Anda diambil dan disalahmengerti? Respons kita biasanya menjadi marah, menuntut keadilan, bahkan ada yang akhirnya menjadi kepahitan. Firman Tuhan hari ini mengajak kita menyikapi hal demikian dengan benar. Ketika Daud sedang melarikan diri dari Absalom, Ziba hamba Mefiboset datang memberi sepasang keledai, dengan ratusan muatan roti, kue kismis, dan buah-buahan kepada Daud serta orang-orangnya. Namun pemberian itu disisipi narasi palsu bahwa Mefiboset berusaha mendapatkan kembali kerajaan Saul. Sayangnya, Daud langsung mempercayai perkataan Ziba dan akhirnya memberi seluruh milik Mefiboset pada Ziba tanpa mengonfirmasinya dari Mefiboset. Dalam sekejap, Mefiboset kehilangan kepercayaan dari Daud termasuk juga hartanya. Mefiboset tak hanya difitnah, tetapi juga disalahmengerti atas sesuatu yang tak pernah ia perbuat. Namun ketika Daud kembali ke Yerusalem, Mefiboset datang dengan kaki yang tidak dibersihkan, janggut yang tidak dirapikan, dan pakaian yang tidak dicuci sejak hari Daud pergi sampai hari ia pulang dengan selamat. Penampilannya menjadi saksi bisu bagaimana selama pelarian Daud, Mefiboset hidup dalam rasa dukacita. Mefiboset memang menjelaskan bahwa ia telah ditipu, namun Daud telah menetapkan ladang itu dibagi dengan Ziba. Yang menarik, Mefiboset tidak memaksakan pembelaannya, ia malah berkata, "Biarlah ia mengambil semuanya, sebab tuanku raja sudah pulang dengan selamat." Bagi Mefiboset, hubungannya jauh lebih berharga daripada harta dan haknya. Keberadaan Daud lebih penting daripada ladangnya.
Respons Mefiboset menjadi cermin bagi kita dalam menyikapi kesalahpahaman dalam sebuah hubungan. Daripada menuntut pembelaan manusia, mari kita mempercayakannya kepada Tuhan. Ada saat-saat di mana nama kita mungkin tidak dipulihkan secepat yang kita harapkan, kesalahpahaman tidak segera diluruskan, bahkan keputusan yang diberi bagi kita terasa tidak adil. Orang yang dewasa di dalam Tuhan selalu mempercayai pembelaan Tuhan. Karenanya, jika saat ini kita sedang disalahmengerti dan diperlakukan tidak adil, mari belajar dari Mefiboset. Tetaplah bersikap rendah hati. Sebab pada akhirnya, yang paling penting bukanlah saat semua orang memahami kita, melainkan kesetiaan kita dalam menjaga hubungan yang berharga di hadapan Tuhan. [RS]