Bacaan firman Tuhan hari ini menunjukkan kepada kita bagaimana cara kerja Iblis membawa Hawa jatuh ke dalam dosa. Ada pola yang berurutan mulai dari melihat, menilai, menginginkan, lalu bertindak. Diawali dari, "Perempuan itu melihat …" (Kej. 3:6). Kata "melihat" (Ibr. ra'ah) tidak sekadar memandang, tetapi juga mengamati, mempertimbangkan, dan memberi penilaian. Selanjutnya dikatakan, "bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan." Perhatikan perubahan pertama dalam hati Hawa, ia mulai menilai buah itu berdasarkan standar dan keinginannya sendiri, bukan lagi berdasarkan firman Allah. Padahal buah itu tidak berubah, pohonnya tetap sama seperti ketika Allah menciptakannya. Yang berubah ialah cara Hawa memandangnya. Apa yang sebelumnya dipandang sebagai sesuatu yang terlarang, kini terlihat baik untuk dimakan. Padahal Allah sudah mengatakan buah itu tidak boleh dimakan. Inilah awal dari dosa, saat kita mulai melihat sesuatu berdasarkan keinginan sendiri, bukan berdasarkan firman Allah. Selain baik, buah itu "sedap kelihatannya." Buah itu jadi tampak menarik. Inilah tipu daya dosa. Dosa menunjukkan kenikmatan sesaat, tetapi menyembunyikan akibat buruk dalam jangka panjang. Dosa menawarkan kepuasan sesaat, namun mengambil sesuatu yang jauh lebih berharga yaitu damai sejahtera, kemurnian hati, dan bahkan keintiman dengan Allah. Kemudian, "Lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian." Di sinilah puncak pencobaan Hawa. Ia tak hanya melihat buah itu sebagai sesuatu yang indah, tetapi juga dapat memenuhi keinginannya menjadi "seperti Allah". Padahal kebenarannya adalah Allah telah menciptakan manusia serupa menurut gambar Allah sendiri (Kej. 1:27).
Dosa memang tidak lahir dalam sekejap, ia bertumbuh ketika kita terus memandang, mempertimbangkan, dan menikmati apa yang seharusnya kita tolak. Apa yang terus memenuhi mata dan hati akan membentuk keinginan, dan keinginan akan menentukan keputusan. Sebelum manusia melakukan dosa, ia terlebih dahulu bersalah dalam cara pandangnya terhadap Allah dan firman-Nya. Itu sebabnya, Yesus pernah berbicara bahwa dosa bukan hanya tindakan lahiriah, tetapi juga tentang kondisi hati kita (Mat. 5:28). Allah tidak hanya melihat apa yang kita lakukan, tetapi juga apa yang sedang terjadi di dalam hati kita. Karenanya, jagalah apa yang kita lihat, pikirkan, dan renungkan setiap harinya. Jangan memberi celah bagi keinginan yang bertentangan dengan firman Tuhan. [RS]