Untuk apa Anda memberi? Banyak di antara kita memberi sebagai bentuk ketaatan, ungkapan syukur, atau bagian dari ibadah kita kepada Tuhan. Semua itu benar. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Paulus mengungkapkan sudut pandang yang lebih luas. Tujuan memberi bukan hanya sebagai wujud penyembahan dalam relasi vertikal kita dengan Tuhan, ataupun sebagai ungkapan kasih dalam relasi horizontal dengan sesama. Pemberian orang percaya adalah salah satu cara Allah menyatakan pemeliharaan-Nya kepada umat-Nya. Ketika kita memberi, kita sedang mengambil bagian dalam karya Allah yang memelihara dan menopang kehidupan orang lain.
Paulus mengingatkan jemaat Korintus agar menyelesaikan komitmen mereka untuk membantu saudara-saudara seiman di Yerusalem yang sedang berkekurangan. Paulus menegaskan bahwa pemberian itu tidak dimaksudkan agar pemberi menjadi merasa dibebani, melainkan supaya ada keseimbangan (ay. 13-14). Maksudnya, ketika Tuhan mempercayakan kelimpahan kepada sebagian orang, kelimpahan itu dapat dipakai untuk mencukupkan kebutuhan orang lain yang sedang berkekurangan. Karena itu yang Tuhan lihat ialah kerelaan hati (ay. 12) dan kesediaan kita menjadi saluran pemeliharaan-Nya. Kemudian Paulus mengutip kisah manna di padang gurun, "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan." Kutipan ayat ini mengingatkan bahwa sejak dahulu Allah adalah Pemelihara umat-Nya. Ia rindu agar tidak ada umat-Nya yang berkekurangan. Manna bukan hasil usaha manusia, melainkan anugerah Allah. Demikian pula dengan segala yang kita miliki berasal dari tangan-Nya. Ketika Allah mempercayakan kelimpahan kepada sebagian orang, Ia sedang menetapkan mereka menjadi alat pemeliharaan-Nya bagi orang lain yang sedang membutuhkan. Mungkin sebagian dari apa yang Tuhan percayakan kepada kita dapat menjadi jawaban atas doa seseorang, menopang hidup sebuah keluarga, atau mencukupi kebutuhan hamba Tuhan di daerah terpencil. Ketika kita memberi dengan hati yang rela demi memenuhi kebutuhan sesama, kita sedang mengambil bagian dalam karya pemeliharaan Allah. Hari ini, pikirkanlah siapa yang ingin Tuhan pelihara melalui sumber daya yang Ia percayakan kepada kita. [LS]