Kita pernah melihat seseorang yang menurut kita lebih berbakat, lebih mampu, atau tampaknya lebih banyak dipakai Tuhan daripada kita. Ada yang pandai berbicara, memimpin banyak orang, tampil di atas panggung, atau terlihat begitu menonjol di kantor. Tanpa sadar, kita mulai membandingkan diri dan berpikir, "Mengapa saya tidak seperti dia?", atau bahkan, "Mengapa saya tidak dipakai Tuhan seperti dia?" Dalam bacaan hari ini, Paulus mengingatkan bahwa kita memiliki karunia yang berbeda-beda menurut kasih karunia yang Tuhan berikan. Artinya, Tuhan memang tidak memberikan kepada semua orang karunia yang sama. Ada yang mengajar, melayani, memimpin, menguatkan, atau melakukan sesuatu yang mungkin jarang terlihat manusia. Karena itu, Tuhan tidak meminta kita memiliki karunia orang lain. Tuhan meminta kita setia dengan apa yang Ia percayakan kepada kita. Jangan sampai kita begitu sibuk melihat apa yang ada di tangan orang lain, sehingga lupa mengembangkan apa yang sudah Tuhan taruh di tangan kita.
Jika hari ini Tuhan memberi kita kemampuan menghibur dan menguatkan teman, mensupport pemimpin rohani, mengajar anak-anak sekolah minggu, atau melakukan sesuatu yang mungkin tidak mendapatkan banyak perhatian; jangan pernah remehkan kesetiaan dalam hal-hal kecil. Ukuran keberhasilan di hadapan Tuhan tidak bisa diukur dari seberapa besar pelayanan kita terlihat manusia, tetapi seberapa setia kita menjalankan apa yang Tuhan percayakan di hadapan-Nya. Bahkan ketika kita sangat lelah, tidak dihargai, belum melihat hasil, atau perasaan kita berkata bahwa kita tidak cukup, tetaplah setia! Kembangkan apa yang Tuhan taruh di tanganmu hari ini. Kita tidak selalu dapat mengukur seberapa jauh dampaknya, tetapi kita dapat memilih untuk setia. Ingat, tugas kita adalah mengembangkan dan melakukan bagian kita, sementara Tuhan yang menentukan pertumbuhan dan hasilnya. [IR]