Stres adalah respons alami terhadap tekanan, tantangan, dan masalah yang kita hadapi. Dalam beberapa kasus, stress terjadi karena hal yang kita anggap penting dan berharga berada dalam risiko. Misalnya, orang tua stres melihat anaknya sakit sebab ia mengasihi anaknya. Seorang ayah stres soal keuangan karena menginginkan keluarganya tercukupi. Mahasiswa stres menghadapi ujian karena peduli terhadap nilai dan masa depannya. Seorang istri stres saat hubungan pernikahannya bermasalah karena hubungan itu berharga di hatinya.
Dalam pengertian ini, stres berfungsi seperti indikator yang menyingkap isi hati, dan justru menunjukkan perhatian yang sehat terhadap hal-hal yang baik seperti keluarga, kesehatan, pekerjaan, atau pelayanan. Namun, stres juga dapat mengungkap bahwa kita telah menaruh identitas, keamanan, dan kebahagiaan pada sesuatu yang tak seharusnya menempati posisi Tuhan dalam hidup kita. Pertanyaan ini membantu kita melihat apakah harapan dan rasa aman kita berakar pada Tuhan atau pada sesuatu yang lain. Ketika stres muncul, "Hal apa yang terasa begitu berharga sehingga kita takut kehilangannya?", "Apakah kita sudah menyerahkan hal itu kepada Tuhan?" Jawabannya dapat menjadi tolok ukur apakah stress yang Anda alami itu sehat dan masih dalam batas wajar. Itu sebabnya stres bukanlah dosa yang harus dimusuhi. Dan meskipun stres bukan dosa, cara kita meresponsnya dapat membawa kita kepada dosa. Keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu, kemarahan, kecemasan yang berlebihan, sikap menjauh dari sesama adalah beberapa respons stress yang perlu diwaspadai. Karenanya, tujuan kita bukan menghilangkan semua stres, tetapi belajar membawanya kepada Tuhan. Sebagaimana yang diperintahkan firman Tuhan untuk membawa segala kekhawatiran kita kepada Tuhan dalam doa dan ucapan syukur. Ini mencakup hal-hal yang membuat kita tertekan dan stres. Stres mungkin tidak sepenuhnya hilang, namun di tengah setiap tekanan itu kita tahu Tuhan tetap setia, hadir menolong dan menguatkan kita. Biarlah setiap tekanan menjadi kesempatan bagi kita untuk bertumbuh dalam iman, mengenal kasih dan kebaikan Tuhan, serta menghasilkan ketekunan, tahan uji, dan pengharapan. [RS]