ARE YOU STILL ON MILK?

Minggu,18 Oktober 2026

BACAAN ALKITAB HARI INI

Ibrani 5:11-14

AYAT HAFALAN

Ibrani 5:13

RENUNGAN INSPIRASI

Susu adalah asupan yang tepat bagi bayi karena mereka belum mampu menerima makanan yang lebih padat. Namun ketika mereka bertumbuh, kebutuhan mereka pun berubah. Mereka tidak bisa selamanya bergantung pada susu; mereka akan belajar mengonsumsi makanan yang lebih keras dan bernutrisi agar dapat terus bertumbuh. Demikian pula dengan kehidupan rohani. Ketika kita masih menjadi "anak-anak rohani", kita membutuhkan pengajaran dasar yang menolong kita mengenal dan memahami iman. Tetapi saat kita semakin dewasa, Tuhan memanggil kita untuk menerima kebenaran firman yang lebih dalam—kebenaran yang bukan hanya nyaman didengar, tetapi juga menuntut kita untuk taat, berubah, dan menjalani iman dengan sungguh-sungguh. Jika kita terus mencari firman yang hanya menyenangkan telinga dan tidak pernah mau bertumbuh dalam ketaatan, kerohanian kita pun akan stagnan.
Penulis surat Ibrani menulis kepada orang-orang Kristen berlatar belakang Yahudi untuk meneguhkan iman mereka kepada Yesus Kristus. Ia mengingatkan mereka agar tidak mengabaikan keselamatan yang telah mereka dengar dan tidak hanyut oleh pengajaran yang menjauhkan mereka dari Kristus. Yesus adalah Imam Besar Agung yang sempurna dan kekal, yang telah mempersembahkan diri-Nya sebagai korban yang sempurna, satu kali untuk selama-lamanya. Karena itu, kita dapat datang kepada Allah dengan penuh keyakinan melalui Dia. Namun, penulis menegur mereka karena yang seharusnya sudah menjadi pengajar justru masih lamban memahami kebenaran. Mereka masih seperti anak-anak yang membutuhkan susu dan belum terlatih membedakan yang baik dan yang jahat. Bagaimana dengan kita? Apakah kita hanya mau mendengar Firman yang menyenangkan, atau bersediakah kita menerima kebenaran yang menegur, membentuk, dan menuntut kita untuk taat? Kedewasaan rohani bukan sekadar seberapa banyak Firman yang kita dengar, tetapi seberapa sungguh kita menghidupinya sebagai murid Kristus. [AP]

REFLEKSI DIRI

1. Ingat kembali momen saat Anda mendengar firman Tuhan yang terasa "keras" (menegur atau menantang kenyamanan Anda). Perubahan apa yang terjadi dalam hidup Anda setelah mendengarnya?
2. Apa respons pertama Anda saat menerima firman yang "keras" tersebut? Langkah nyata apa yang sudah Anda lakukan untuk menghidupinya dalam keseharian?

POKOK DOA

Ya Bapa, selidikilah aku dan tegurlah aku jikalau masih lamban dalam mendengarkan firman-Mu. Tolonglah aku Roh Kudus agar senantiasa teguh dalam iman kepada Allah. Berilah aku kekuatan agar senantiasa meneladani Kristus Sang Firman yang hidup. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Periksa kembali cara kita mendengarkan firman Tuhan selama ini dan mulailah untuk menyukai dan menghidupi firman yang "keras". Berhentilah menunda pertumbuhan rohani dan pilihlah langkah-langkah yang semakin mendewasakan kerohanian Anda.

HIKMAT HARI INI

Sampai kapan kita hanya mau mendengar Firman yang menyenangkan? Hari ini waktunya menerima kebenaran yang menegur, membentuk, dan menuntut kita untuk taat.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com