Pernahkah kita menyadari bahwa gereja dapat kehilangan fungsi dari anggota-anggotanya karena sikap apatis yang bersembunyi di balik topeng kerendahan hati? Di tengah kehidupan gereja modern, kita sangat rentan mengalami "bystander effect", yaitu kondisi ketika kita melihat kebutuhan jemaat atau kekosongan dalam pelayanan dan kita malah berpikir, "Pasti ada orang lain yang lebih mampu mengerjakannya." Kita berlindung di balik alasan yang terdengar rendah hati, seperti, "Saya tidak pandai bicara," atau "Biar yang senior saja." Lebih jauh lagi, kita dapat menganggap pelayanan sebagai tugas eksklusif pendeta atau fulltimer gereja, sementara kita merasa cukup menjadi penonton. Padahal, "kerendahan hati" yang membuat kita terus menerus menghindar dari tanggung jawab bukanlah kerendahan hati yang Alkitab ajarkan. Ketika kita memilih untuk tidak menggunakan apa yang Tuhan percayakan, kita bukan hanya menyia-nyiakan pemberian-Nya, tetapi juga mengabaikan peran kita dalam membangun tubuh Kristus. Sebab, setiap orang percaya adalah bagian dari tubuh Kristus dan dipanggil untuk mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya sesuai dengan karunia yang telah diterimanya.
Prinsip ini ditegaskan dalam 1 Korintus 12. Paulus menggambarkan gereja sebagai satu tubuh dengan banyak anggota. Tidak ada satu anggota pun yang boleh berkata, "Karena aku bukan mata atau tangan, aku tidak termasuk tubuh." Sebaliknya, setiap anggota memiliki tempat dan fungsi yang Tuhan tetapkan, termasuk anggota yang tampaknya lebih lemah atau kurang terlihat. Karena itu, menjadi bagian dari tubuh Kristus berarti menggunakan apa yang Tuhan berikan untuk membangun tubuh. Ketika kita tidak pernah mempraktikkan iman melalui ketaatan, pelayanan, dan kasih kepada sesama, kita kehilangan kesempatan untuk mengalami bagaimana Tuhan memakai hidup kita secara luar biasa. Sebaliknya, ketika kita mulai mengambil bagian, kita bertumbuh dalam karakter, kita belajar melayani dengan setia, dan semakin memahami bagaimana Tuhan ingin memakai hidup kita. Karena itu, tanyakan dalam hati, "Bagaimana saya dapat berfungsi sebagai bagian dari tubuh Kristus?" Kita tidak harus mulai dari sesuatu yang besar. Mulailah dari hal sederhana sesuai dengan apa yang Tuhan percayakan seperti menyambut jemaat, membantu mempersiapkan ruangan ibadah, atau menggunakan kemampuan apapun yang kita miliki untuk melayani. Ketika setiap anggota menjalankan bagiannya, gereja sebagai tubuh Kristus dapat bertumbuh dan saling membangun dalam kasih. Dan ketika kita belajar berfungsi di dalam tubuh Kristus, kita pun semakin diperlengkapi untuk menjalankan panggilan-Nya di tengah pekerjaan, kampus, keluarga, dan masyarakat. [KH]