Banyak orang merasa sudah menjadi murid Yesus karena mereka sudah mengikuti proses setia datang ke gereja, mengikuti kelas-kelas khusus, tergabung komunitas, melayani, bahkan bertumbuh secara rohani. Namun pertanyaannya adalah "untuk apa semua pertumbuhan itu?" Kita dapat begitu sibuk membangun diri sendiri sampai lupa bahwa seorang murid dipanggil untuk membentuk murid lainnya. Kita senang memiliki orang/mentor yang membimbing kita, tetapi belum tentu memikirkan siapa yang perlu kita bimbing. Kita menikmati apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam hidup kita, tetapi belum tentu memikirkan "Siapa yang sedang saya persiapkan untuk mengenal Kristus, bertumbuh dalam iman, dan suatu hari melakukan hal yang sama kepada orang lain?"
Paulus berkata kepada Timotius, "Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain" (2 Tim. 2:2). Perhatikan prosesnya. Dari Paulus, kepada Timotius, kemudian kepada orang-orang yang dapat dipercayai yang juga cakap mengajar orang lain. Injil yang diterima tidak berhenti pada satu generasi murid. Paulus sedang menunjukkan bahwa kedewasaan seorang murid terlihat ketika apa yang Tuhan percayakan kepadanya mulai menghasilkan murid-murid baru. Karena itu, salah satu indikator pertumbuhan kita juga termasuk dari seberapa banyak kehidupan yang sedang kita bantu arahkan kepada Kristus. Hari ini, tugas kita sedikit lebih "advance", kita bukan hanya memeriksa seberapa jauh kita telah bertumbuh, tetapi lihat dan perhatikan juga siapa orang-orang di sekeliling kita yang dapat kita bangun dan perlengkapi. Carilah seseorang yang dapat Anda dampingi, ajari, doakan, tegur, dan diberi teladan melalui hidup Anda. Jangan puas menjadi murid yang terus menerima. Tetapi bertumbuhlah, lalu percayakan juga apa yang Tuhan percayakan kepada Anda. Karena ketika seorang murid mulai membentuk, membangun, dan memuridkan orang lain, di situlah multiplikasi terjadi dan Injil semakin tersebar luas. [LS]