Tomo sangat menantikan pukul 9 malam setiap hari. Mengapa? Karena jam itu adalah waktu berkualitas Tomo bersama Papanya, hanya mereka berdua saja. Setiap malam, pada jam yang sama, Papa dan Tomo akan menghabiskan waktu di kemah kecil mainan Tomo. Meskipun kemah itu kecil, di situlah Tomo merasa sangat dekat dengan Papa. Kemah kecil itu menjadi tempat yang rahasia dan tersembunyi, hanya Tomo dan Papa yang tahu persis apa yang mereka bicarakan di sana. Di tempat itulah Tomo paling merasa aman dan dimengerti oleh Papa. Di sana, Tomo bisa bercerita tentang semua hal di sekolah, dan Papa pun berbagi cerita yang menyenangkan.
Sama seperti Tomo yang punya tempat rahasia untuk waktu berkualitas dengan Papanya, Tuhan Yesus juga ingin kita punya tempat tersembunyi saat kita berdoa. Dalam bacaan Alkitab ini, Tuhan Yesus mengajarkan tentang cara berdoa yang benar. Yesus tidak ingin kita berdoa seperti orang yang tidak memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan, yaitu orang yang berdoa hanya untuk dilihat dan dipuji orang lain (Matius 6:5). Sebaliknya, Yesus berkata, "Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi" (Matius 6:6). Apa yang dimaksud dengan "tempat tersembunyi"? "Tempat tersembunyi" ini bukan berarti kita harus selalu berada di kamar saat berdoa. Ayat ini berbicara tentang sikap hati kita kepada Tuhan. Yesus mengajak kita untuk mencari waktu dan tempat khusus agar fokus kita hanya tertuju kepada Bapa di surga. Inilah saat kita menyadari bahwa kita sedang bertemu dengan Allah secara pribadi, di mana tidak ada orang lain yang melihat. "Tempat tersembunyi" mengajarkan kita untuk datang kepada Tuhan dengan hati yang tulus, bukan untuk pertunjukan. Kita berdoa kepada Bapa yang "melihat yang tersembunyi." Tuhan tidak peduli seberapa bagus atau banyak kata-kata doa kita, tetapi Ia melihat hati kita yang sungguh-sungguh mengasihi dan ingin terhubung dengan-Nya. Mama, Papa, atau kakak sekolah minggu dapat mengajarkan dan menuntun kita dalam berdoa. Namun, hal yang paling penting adalah inisiatif kita sendiri untuk datang kepada Tuhan secara pribadi setiap hari dalam doa. Doa adalah waktu kita terhubung dengan Tuhan. Ayo, jadikan doa harianmu sebagai "kemah kecil" yang istimewa, tempat kamu bisa bertemu dan berbagi isi hatimu dengan Bapa di Surga! [HJ]