Minggu kemarin saat sesi permainan di kelas Sekolah Minggu, Kak Varel mengajak semua anak untuk bermain permainan memberikan pujian kepada teman di sebelahnya. Ada anak yang berkata bahwa temannya sangat baik, ada yang merasa senang menjadi teman dekat, dan ada pula yang memuji kecerdasan temannya. Suasana kelas yang tadinya biasa saja, seketika menjadi seru dan penuh senyuman karena setiap anak merasa dihargai. Ternyata, kata-kata yang baik memang membuat hati orang lain menjadi jauh lebih senang dan bersemangat.
Dalam Filemon 1:1-7, Rasul Paulus memberikan pujian kepada Filemon karena kasih dan imannya kepada Tuhan Yesus. Kasih dan iman Filemon tidak hanya tersimpan di dalam hatinya, tetapi benar-benar terlihat dari cara ia memperlakukan orang-orang di sekitarnya. Paulus mengungkapkan bahwa banyak orang dikuatkan dan disegarkan hatinya hanya karena kebaikan yang dilakukan oleh Filemon. Kita pun dipanggil untuk membawa sukacita bagi orang lain melalui perkataan kita sendiri. Saat kita menghibur teman yang sedang sedih, mengucapkan terima kasih, memberikan semangat, atau sekadar mengatakan hal-hal yang benar dan baik, kita sebenarnya sedang menunjukkan kasih Tuhan kepada mereka. Melalui perkataan yang membangun, kita bisa menjadi saluran berkat yang nyata. Sebelum kita berbicara, cobalah untuk berpikir sejenak, apakah perkataan yang akan kita ucapkan ini akan membuat orang lain merasa dikuatkan atau justru sedih. Mari kita berkomitmen untuk selalu memilih kata-kata yang penuh dengan kasih dan iman agar semakin banyak orang yang dapat merasakan kasih Tuhan melalui setiap ucapan kita. [VW]