Di sebuah hutan yang luas, hiduplah seekor harimau muda bernama Harry yang menjadi bagian dari kawanan Raja Harimau. Suatu hari, karena sangat lapar, Harry tanpa sengaja memakan hasil buruan Raja Harimau yang tergeletak di pinggir sungai, tanpa menyadari bahwa "Sang Pemilik" sedang tertidur di balik semak-semak. Ketika Raja Harimau terbangun dan mengetahuinya, ia menjadi sangat marah. Harry merasa sangat bersalah dan ketakutan, sehingga ia segera melarikan diri ke hutan sebelah. Di sana, Harry bertemu dengan Singa, sahabat dari Raja Harimau. Harry menceritakan kesalahannya dan mengakui bahwa ia sangat menyesal. Singa tahu bahwa Raja Harimau adalah pemimpin yang bijaksana dan penuh kasih. Singa kemudian mengantar Harry kembali untuk meminta maaf dan membantu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah mendengar pengakuan jujur Harry, Raja Harimau tidak menghukumnya, melainkan memaafkan dan menyambut Harry kembali dengan penuh kasih.
Kisah ini mengingatkan kita pada Onesimus yang pernah melakukan kesalahan kepada Filemon. Namun, Paulus meminta Filemon untuk menerima Onesimus kembali, bukan lagi sebagai orang yang layak dihukum, melainkan sebagai seorang saudara di dalam Yesus Kristus. Melalui kisah ini, kita belajar bahwa kasih Kristus mengajarkan kita untuk selalu mau mengampuni. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin merasa kesal ketika adik masuk ke kamar tanpa izin, kakak mengambil makanan kita tanpa bertanya, atau teman secara tidak sengaja merusak barang kesayangan kita. Kita memang boleh merasa sedih dan menyampaikan perasaan kita, tetapi jangan sampai kita menyimpan kebencian di dalam hati. Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk membuka hati, memberi kesempatan kedua, dan mau memaafkan seperti Ia telah mengampuni kita terlebih dahulu. Mari kita belajar untuk tidak menyimpan amarah, terus berdoa meminta hati yang lembut, serta memilih untuk mengasihi dan menerima orang lain sebagai saudara di dalam Tuhan. [YO]