Elis merasa sedih karena hari ini adalah hari terakhir ia bersekolah dan bertemu dengan sahabat-sahabat karibnya. Besok, Elis dan keluarganya harus pindah ke kota baru yang jauh dari rumahnya yang sekarang. Sejujurnya, Elis merasa cemas karena ia tidak tahu di mana kota itu, seperti apa lingkungannya, dan bagaimana teman-teman di sana nanti. Namun, Elis merasa tenang karena ia mempercayai janji Papa dan Mama. Mereka berjanji bahwa tempat baru tersebut sangat baik, lokasinya lebih dekat ke sekolah, dan udaranya jauh lebih bersih. Elis sadar bahwa Papa dan Mama tahu yang terbaik baginya, sehingga selama ia bersama orang tuanya, Elis merasa aman.
Sikap Elis ini mirip dengan apa yang dialami oleh Abraham. Tuhan memanggil Abraham untuk meninggalkan kota Haran dan pergi ke suatu tempat yang akan ditunjukkan oleh Tuhan. Untuk menaati panggilan tersebut, Abraham harus meninggalkan banyak kenyamanan, mulai dari rumahnya yang lama, ternak, hingga orang-orang yang dekat dengannya. Walaupun berat, Abraham tidak meletakkan rasa aman dan percaya dirinya pada harta atau rumahnya, melainkan kepada Tuhan. Ia memilih taat sepenuhnya. Abraham percaya bahwa Tuhan pasti selalu menemani, melindungi, dan memberkati setiap langkah perjalanannya menuju tempat yang belum pernah ia kenal sebelumnya.Teman-teman, kita pun pasti pernah diizinkan Tuhan untuk menghadapi situasi yang baru dan asing. Mungkin saat ini kamu harus masuk ke kelas baru dengan teman-teman yang belum kamu kenal, atau menghadapi perubahan di dalam keluarga. Mungkin juga Tuhan sedang memanggilmu untuk mencoba hal baru, seperti memberanikan diri melayani di gereja atau menjadi ketua kelas. Rasanya tentu cemas dan khawatir karena itu adalah hal yang belum pernah kita alami sebelumnya. Namun, mari kita belajar seperti Abraham yang meletakkan rasa aman dan tenangnya hanya kepada Tuhan. Saat Tuhan mengizinkan kita mengalami sesuatu yang baru, taatlah untuk melakukannya dengan penuh sukacita. Tidak perlu khawatir atau takut, karena Tuhan Yesus pasti akan menyertai ke mana pun kita pergi. Be brave and say yes to the Lord! [HJ]